Sejarah Malam 1 Suro, Dianggap Penuh Hal Mistis dan Misterius, Jangan Lakukan 4 Pantangan Ini

Pada Malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat jawa) akan menyucikan dirinya berikut benda-benda yang diyakini

Editor: Suci Rahayu PK
indonesiakaya.com
Kebo bule yang dianggap sakral oleh masyrakat Solo ikut berpatisipasi di malam 1 suro 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah Malam 1 Suro dalam pandangan sebagian masyarakat Jawa dianggap punya makna mistis dibanding hari-hari biasa.

Pada Malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat jawa) akan menyucikan dirinya berikut benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Sejumlah kraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon bahkan punya tradisi masing-masing untuk merayakan Malam 1 Suro.

Kraton Surakarta misalnya.

Tradisi Kirab Kebo Bule memperingati malam 1 Suro di Solo
Tradisi Kirab Kebo Bule memperingati malam 1 Suro di Solo (Kompas.com/M Wismabrata)

Pada Malam 1 Suro biasanya akan menjamas (memandikan) pusaka-pusaka kraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet.

Nama lain Malam 1 Suro adalah malam 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah atau Islam.

Ihwal ini tak terlepas soal penanggalan Jawa dan kalender Hijriah yang memiliki korelasi dekat.

4 Pantangan yang Dilarang Dikerjakan Bulan Suro, Dipercaya Bakal Sial Jika Nekat, Termasuk Menikah

Waktu Puasa Sunnah Bulan Muharram 1442 H, Niat Puasa Tasua & Asyura, Hapus Dosa Setahun

Khususnya sejak zaman Mataram Islam di bawah Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Penanggalan Hijriyah memang di awali bulan Muharam.

Oleh Sultan Agung kemudian dinamai bulan suro.

Kala itu Sultan Agung berinisiatif mengubah sistem kalender Saka yang merupakan kalender perpaduan Jawa asli dengan Hindu.

Sultan terbesar Mataram tersebut lantas memadupadankan kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah.

Hal ini memang sangat unik mengingat kalender Saka berbasis sistem lunar atau Matahari sementara Hijriyah pergerakan Bulan.

10092018_malam 1 suro
10092018_malam 1 suro ()

Kalender Hijriyah banyak dipakai oleh masyarakat pesisir yang pengaruh Islamnya kuat, kalender Saka banyak digunakan oleh masyarakat Jawa pedalaman.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved