Breaking News:

Update Positif Corona Jambi

Pemprov Jambi Menyiapkan Langkah Strategis Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19

Wabah virus Covid-19 berdampak terhadap perekonomian, hingga berpengaruh pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Jambi.

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wabah virus Covid-19 berdampak terhadap perekonomian, hingga berpengaruh pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Jambi.

Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Mukhtamar Hamdi mengatakan, bahwa Pemprov Jambi sendiri akan menyiapkan langkah strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Kata dia, setidaknya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jambi telah menyusun program yang akan dilakukan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi dari 10 OPD.

"Sekarang sudah kita bahas ini untuk diusulkan ke Bappeda," kata dia, Selasa (18/8).

Berusaha Melarikan Diri, Dua Terduga Pelaku Narkoba Ditembak Petugas BNN, Darah Tercecer di Mobil

Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19, Pemkab Sarolangun Andalkan Program P2DK untuk Ketahanan Pangan

Sindir Pemerintah Tebo, Pemuda di Muara Tabir Gelar Upacara HUT RI ke 75 di Jalan Lumpur

Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut juga memerlukan anggaran cukup besar, yakni berkisar Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar. Nantinya akan diperbantukan kepada masyarakat.

"Nanti akan dikaji lagi oleh Bakeuda Provinsi, karena kalau di Biro Ekonomi ini hanya memfasilitasi saja," sebutnya.

Mukhtamar mengatakan, anggaran untuk pemulihan ekonomi di Provinsi Jambi tersebut dari hasil refocusing dan sebagian dari APBD murni pada tahun mendatang. Namun terkait penguatan program yang akan dilakukan pada tahun 2021.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi nantinya berpatok pada perekonomian pada masyarakat seperti pertumbuhan pasar. Perkebunan masyarakat dan lain sebagainya. Sehingga nantinya masyarakat dapat melakukan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan.

"Tentuntanya yang menjadi pusat perhatian kita yakni usaha kecim menengag, perdagangan dan lain sebagainya,” ungkapanya.

Kemudian juga, dalam pelaku pasar tentunya protokol kesehatan covid-19 juga wajib diterapkan. Diketahui, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi saat ini minus 1,72 persen dari sebelumnya 1,82 persen.

“Ini sangat jauh, kalau kita tak cepat melakukan pertumbuhan ekonomi maka akan berdampak luas, marakanya pengangguran dan lainnya,” tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved