Breaking News:

104 Hektare Lahan di Tanjung Jabung Timur Ludes Terbakar, 67 Desa Rawan Kebakaran Lahan

Kasus Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih terus terjadi.

tribunjambi/abdullah usman
Kepala BPBD Tanjab Timur, Jakfar 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kasus Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih terus terjadi.

Berdasarkan data BPBD  Tanjab Timur, kasus kebakaran lahan masih terjadi meski beberapa antisipasi dan langkah telah dilakukan.  Sepanjang  2020 lebih kurang 104 Hektare lahan ludes terbakar.

Jaksa Fedrik Meninggal Karena Covid-19, Novel Baswedan: Semoga Allah Mengampuni Segala Dosanya

Kecelakaan Maut di Sidoarjo, Mobil Tabrak Kereta Api Yang Sedang Melintas, 4 Orang Penumpang Tewas

ICW Curiga Sejak Awal Kejagung Pasang Badan Terkait Kasus Jaksa Pinangki

"Sepanjang  2020 ini saja lebih kurang sudah 104 Hektar lahan terbakar. Kasus terbaru  pada 15 Agustus lalu satu kejadian di Desa Simpang Tuan Kecamatan Mendahara Ulu," ujar Kepala BPBD Tanjab Timur, Jakfar, Selasa (18/8/2020).

"Untuk Agustus ini baru satu itu lah kejadian, mudah mudahan tidak ada lagi kasus kebakaran,"  sambungnya.

Kebakaran lahan di Sadu, Tanjabtim beberapa waktu lalu berhasil dipadamkan
Kebakaran lahan di Sadu, Tanjabtim beberapa waktu lalu berhasil dipadamkan (Tribunjambi/Abdullah Usman)

Menurutnya,  untuk luasan kebakaran yang terjadi di Desa Simpang Tuan sendiri hanya setengah hektare. Yang terjadi di kebun pinang milik warga setempat.

Untungnya api sendiri berhasil dipadamkan petugas bersama tim gabungan TNI,POLRI, BPBD, Manggala Agni dan pihak perusahaan WKS.

Kenali Gejala Kanker Serviks dan Makanan Pemicu yang Sebaiknya Dihindari

Nasib Grace Natalie Setelah Giring Nidji Jadi Capres PSI, Bakal Saingan Prabowo, Anies, Ganjar, RK?

USAI Viral Kepergok Bareng Rizky Billar, Lesti Kejora Tuai Sorotan Pasca Tulis Kalimat Ini, Jadian?

"Saat kejadian api atau titik panas tersebut tidak tercatat atau terpantau hotspot. Karena kesigapan tim dalam melakukan penanganan dini," ia menjelaskan.

Jakfar bilang, tindak lanjut dan antisipasi ke depan saat ini pihaknya terus menggencarkan patroli rutin bersama tim terkait. Terutama di kawasan atau daerah daerah yang kerap terjadi atau berpotensi karhutla.

IlustrasikKarhutla
IlustrasikKarhutla (tribunjambi/hasbi sabirin)

"Saat ini yang masih masuk kategori rawan ada 67 Desa Kelurahan, tersebar di 10 Kecamatan Kecuali Kecamatan Kuala Jambi," ujarnya.

"Tingkat ancaman tinggi, sadu, berbak dan dendang," katanya.

IPB dari Urutan Ketiga Bisa Libas UI dan ITB Jadi Kampus Terbaik, Ini Sejarah dan Daftar Jurusan

Sinopsis dan Link Streaming Film Friend Zone, Kisah Hubungan yang Terjebak di Zona Pertemanan

8 Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim, Ada yang Menguntungkan Bagi Mahasiswa dan Pelajar

Dirinya berharap semua posko dan tim yang sudah berjalan di lapangan dapat bekerja maksimal hingga penanganan dini bisa dilakukan.

?Untuk status saat ini sendiri masih di status siaga darurat karena masih potensi ancaman," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved