Dirgahayu RI ke-75, "Kemerdekaan dan Pancasila Ibarat Dua Sisi Mata Uang", Tugas BPIP Disorot
Selamat HUT ke-75 negara kesatuan Republik Indonesia. Apa artinya kemerdekaan, dan peran Pancasila dalam kehidupan bernegara
TRIBUNJAMBI.COM - Sudah 75 tahun lamanya Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Tentu tak hanya kedua tokoh itu yang punya peran penting dalam meraih kemerdekaan bangsa, tetapi juga perjuangan tanpa henti dari para pahlawan dan pendiri bangsa lain.
Selain itu, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) juga bukan merupakan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.
Ada suatu proses panjang kemerdekaan yang salah satu adalah penentuan dasar negara untuk mengawal Indonesia pasca merdeka.
• 6 Syarat Pekerja Swasta Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Selama 4 Bulan, Sesuai Pasal 3 Permenaker
• Update Minggu 16 Agustus: Kasus Corona di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu
Wakil Ketua MPR RI Achmad Basarah mengatakan, pada momentum itulah para pendiri bangsa melakukan pertemuan di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menentukan dasar negara.
• BREAKING NEWS Pelayanan IGD RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Tutup, Pasca Dua Perawatnya Positif Covid
“Bagi saya kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara ibarat dua sisi mata uang yang telah diproses dan disepakati para pendiri bangsa dalam satu tarikan napas,” jelas Basarah dalam dialog program Titik Pandang di Kompas TV, Sabtu (15/8/2020).
Basarah melanjutkan, proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan Bung Karno dan Bung Hatta adalah satu puncak pergerakan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia melepaskan diri dari hegemoni kolonialisme.
“Oleh karena itu, momentum peringatan hari lahir menjadi sarana pengingat, sarana untuk melakukan retrospeksi, intropeksi, dan proyeksi perjalanan bangsa ke depan,” imbuhnya.
Aktualisasi nilai Pancasila masa kini
Sejatinya, nilai-nilai ideologi Pancasila bisa menjadi dasar atas pemecahan berbagai permasalahan pada era saat ini, salah satunya dalam penanganan pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP), FX Adji Samekto mengatakan Covid-19 merupakan fenomena di dunia yang baru.
“Permasalahan pada masa pandemi ini dapat menimbulkan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan pangan di masa mendatang,” ujar Adji pada acara yang sama.
Jadi, lanjutnya, penting bagi Indonesia untuk berbicara tentang kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan adalah hak dari suatu negara menentukan sendiri kebijakan pangannya.
• Kasus Corona di Indonesia Sabtu 16 Agustus Bertambah Ribuan, Total 139.549, 79 Meninggal
“Kalau tentang konteks pangan, sudah jelas kita berbicara tentang pertanian dan peternakan. Konteks kedaulatan pangan inilah yang merupakan wujud implementasi Pancasila dalam konteks keadilan sosial dan peri kemanusiaan pada masa sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Achmad Basarah berpendapat Pancasila merupakan suatu ideologi yang bekerja di tengah masyarakat.
Inti dari Pancasila adalah gotong royong. Semua sila Pancasila pun dijalankan atas asas gotong royong.
“Begitu pentingnya fungsi Pancasila bagi bangsa Indonesia seperti falsafah, dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan sumber dari segala sumber hukum negara," ungkapnya
Namun, menurut dia, cara bangsa ini dalam menanamkan nilai-nilai pancasila kepada rakyatnya, terutama kepada generasi mudanya belumlah tegas.
Sebab, pada masa sekarang tidak ada lagi mata pelajaran wajib tentang Pancasila di sekolah-sekolah. Ini akan mengakibatkan ideologi transnasional lainnya dapat bekerja secara sistematis di Indonesia.
“Misalnya, ideologi ekstrimisme keagamaan, ada survei mengatakan bahwa 19,4 persen aparatur sipil negara (ASN) sudah tidak setuju lagi negara pancasila,” jelas Basarah.
Pekerjaan besar BPIP
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merupakan satu lembaga yang berperan penting dalam merumuskan kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.
FX Adji mengatakan, ada lima pekerjaan rumah BPIP pada masa sekarang, yakni teknologi informasi, materi, metode, konstruksi pikir milenial, dan perkembangan globalisasi.
“Pertama, teknologi informasi. Bagaimana kami bisa mengguanakan teknologi informasi untuk membumikan atau menitiktegaskan pancasila dalam kehidupan masyarakat," ujar Adji.
Lalu, kedua, lanjut Adji, adalah materi. Jadi, bagaimana caranya BPIP dapat menghasilkan materi yang mengasyikkan dan tepat sasaran terutama ke generasi milenial.
Ketiga, yakni tentang metode yang berkaitan tentang bagaimana cara menyajikan dan mengomunikasikan ideologi Pancasila ke generasi masa kini.
• Update Minggu 16 Agustus: Kasus Corona di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu
“Keempat, kontruksi pikir milenial. Kami harus memahami bahwa masyarakat adalah subyek dan bukan obyek. Oleh karena itu, kami harus tahu cara pikir mereka sehingga penyampaian materi Pancasila pun tepat sasaran,” jelasnya.
Terakhir ada faktor globalisasi pada poin kelima. Ideologi transnasional menjadi pekerjaan besar BPIP untuk bagaimana menyajikan Pancasila agar menjadi lebih menarik, lebih konkret, dan lebih mengena dalam kehidupan masyarakat.
Di lain sisi, Basarah mengatakan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa besar jika masyarakatnya berpijak dan berdiri teguh pada falsafah Pancasila.
“Agar falsafah kokoh, ada tiga syarat yang saya kira bisa dipenuhi. Pertama, bangsa Indonesia harus menganggap Pancasila sebagai kebenaran yang final, ada rasa memiliki, dan ada kepercayaan bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia,” terang Basarah.
• Sebelum dengan Mulan Jameela, Ahmad Dhani Ungkap Hampir Pilih Luna Maya, Terungkap Hubungan Spesial
Kedua, lanjutnya, masyarakat harus memahami Pancasila. Untuk memahami, maka masyarakat perlu mempelajari nilai-nilai Pancasila secara komprehensif sehingga penghapusan mata pelajaran wajib tentang Pancasila merupakan sesuatu yang tidak selaras dengan kebutuhan nilai-nilai Pancasila.
“Ketiga, Pancasila harus diamalkan. Pada saat proses internalisasi Pancasila, saya kira bukan hanya BPIP saja yang harus berperan, tetapi juga menjadi tugas seluruh stakeholders, seluruh masyarakat, ormas, dan lain sebagainya,” jelas Basarah.
Dengan demikian, Pancasila bisa dimanfaatkan secara utuh sebagai satu ideologi yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia. (KOMPAS.COM)
Jangan Salah, Ini 8 Ucapan Dirgahayu RI yang Benar & Arti Logo HUT Ke-75 RI
TRIBUNJAMBI.COM - Tepat pada 17 Agustus 2020 ini Indonesia akan merayakan HUT Kemerdekaan ke-75.
Sejumlah persiapan acara upacara di Istana merdeka pun telah digelar, termasuk streaming kegiatan yang digelar untuk memeriahkan kemerdekaan meskipun di tenggah pandemi.
Tapi, meskipun kia tidak bisa merayakan langsung, kita bisa saling mengirim ucapan satu sama lain untuk memberi ucapan selamat dan merayakan bersama.
Namun jangan sampai salah loh.
Ini contoh ucapan Dirgahayu RI yang Benar & Arti Logo HUT Ke-75 RI dan kumpulan ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia.
• 6 Syarat Pekerja Swasta Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Selama 4 Bulan, Sesuai Pasal 3 Permenaker
Padahal maksud Anda ikut bersukacita merayakan 75 tahun kemerdekaan.
Berikut panduan lengkapnya sesuai ejaan bahasa Indonesia yang benar. Juga penjelasan tentang Arti Logo HUT Ke-75 RI tahun ini.
Ada beberapa penulisan yang perlu diperbaiki, misalnya HUT ke-75 RI bukan H.U.T.R.I Ke-75.
Kemudian, Dirgahayu RI, bukan Dirgahayu RI ke-75 dan 'Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia' bukan 'Dirgahayu Kemerdekaan Kita ke-75'.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, banyak penulisan yang salah sering dijumpai.
Untuk itu, perlu diperbaiki penulisan dan ucapannya agar tidak keliru.
Nantinya, ucapan tersebut bisa dibagikan kepada teman-teman melalui media sosial.
Selain itu, Anda dapat membuat ucapan yang dicetak dalam bentuk spanduk atau baliho.
Lantas, bagaimana penulisan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia yang benar dan salah.
Berikut penulisan ungkapan Dirgahayu Republik Indonesia yang benar dan salah, dilansir Instagram @ badanbahasakemendikbud:
SALAH
1. Dirgahayu HUT RI
2. Dirgahayu RI ke-75
3. Dirgahayu Kemerdekaan Kita ke-75
4. Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75
5. Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75
6. Peringatan Ulang Tahun RI ke-75
7. Selamat Hari Ulang Tahun RI ke-75
8. H.U.T.R.I ke-75

BENAR
1. Dirgahayu Republik Indonesia
2. Dirgahayu RI
3. Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia
4. Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia
5. Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia
6. Peringatan Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia
7. Selamat Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia
8. HUT ke-75 RI

Adapun sebagai informasi, berikut ini arti logo HUT ke-71 RI hingga contoh pengaplikasian logo yang salah:
Arti Logo HUT ke-75 RI
Dilansir setneg.go.id, Sekretariat Negara telah meluncurkan logo HUT ke-75 RI yang berbentuk perisai seperti perisai lambang dalam Garuda Pancasila.
Perisai tersebut berwarna dasar merah dengan angka 75 berwarna putih.
Kemudian, logo tersebut dilengkapi tulisan Indonesia Maju di luar logo.
Pembuatan logo HUT ke-75 RI memiliki relevansi dengan tujuan di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Tujuan tersebut pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
"Guna menciptakan kesatuan bagi seluruh rakyat Indonesia dan juga sebagai pondasi bagi negara untuk bisa menghadapi persaingan global," tulis lampiran di dalam surat edaran tersebut.
Indonesia Maju menjadi tema besar dalam HUT RI ke-75.
Indonesia Maju dianggap sebagai sebuah representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebuah simbolisasi dari Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan Indonesia.
Makna Logo
Logo HUT ke-75 RI disebut terinspirasi dari simbol perisai di dalam lambang Garuda Pancasila.
Logo ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan, menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
Logo Kemerdekaan RI 75 tahun menyimbolkan arti dari kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia, dan progres nyata dalam bekerja untuk mempersembahkan hasil yang terbaik kepada semua rakyat Indonesia.
Makna Angka 7
Pemerataan ekonomi dan kualitas hidup untuk seluruh rakyat Indonesia diintegrasikan kedalam elemen bagian atas angka 7, yang melambangkan kesetaraan untuk kesejahteraan dan keadilan yang ekual bagi semua individu.
Progres kerja dinamis dan kepentingan progres infrastruktur direpresentasikan ke dalam elemen badan angka 7.
Meskipun tidak bergaris lurus, tapi progres kerja yang dinamis akan mencapai hasil akhir yang optimal, tanpa harus menjadi lurus dan kaku.
Makna Angka 5
Sementara itu makna angka 5 adalah regenerasi.
Kerja yang konsisten dan progres yang nyata dalam bekerja direpresentasikan dalam elemen badan angka 5 yang menyerupai lingkaran hampir sempurna.
Lingkaran ini melambangkan progres yang terus menerus dan terlihat nyata, selalu memperbaiki dan selalu mengejar target.
Melambangkan kesatuan Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa, memperkokoh kedaulatan, memperkokoh persatuan dan kesatuan, yang diambil dari simbol perisai di dalam Garuda Pancasila.
Berikut ini adalah beberapa contoh pengaplikasian logo yang salah:
1. Mengubah ukuran logo dengan tidak proporsional.
2. Posisi slogan di atas logo.
3. Menambahkan elemen baru pada logo.
4. Logo tidak boleh di cutline.
5. Logo tidak boleh di distort.
6. Logo tidak boleh ditambah outline.
7. Logo tidak boleh diisi warna hitam.
8. Memberikan warna logo yang tidak sesuai dengan background.
9. Mengubah ukuran logo dengan tidak proporsional.
10. Tidak boleh menambahkan pattern baru.
11. Memberikan drop shadow pada logo.
12. Memberikan outer glow pada logo.
13. Memberikan frame pada logo.
14. Logo tidak boleh overlay.
15. Memberikan warna gelap di background gelap.
Contoh Ucapan Dirgahayu Kemerdekaan RI Bahasa Indonesia & Inggris
Dirangkum Tribunnews dari beberapa sumber, Jumat (14/8/2020).
Bahasa Inggris
1. With freedom in the mind, faith in the words, pride in our souls. Let's salute the nation on Independence Day!
2. Be the cause of unity, fight against corruption and flair the flag of our nation. Happy Independence Day 17 August 2020.
3. Freedom in our mind, faith in the words, pride in our souls. Let’s salute the great men and women who made this possible. Happy Independence Day!
4. Ask not what your country can do for you. Ask what you can do for your country! Happy Independence Day!
5. On Independence Day, here's wising our dreams of a new tomorrow come true for us, now and always. Happy Independence Day!
1. Semoga merdeka tidak hanya berhasil mengambil alih sebuah bangsa. Semoga merdeka benar-benar diaplikasikan untuk segala aspek yang berada di negeri ini. Jayalah terus Indonesiaku, kini dan nanti!
2. Jayalah Indonesiaku, Merdeka ke-75, Berkibarlah sang saka merah putih, Gema seabad silam bangsa Inggris datang meredah pahang dengan peluru bersama senapan membunuh menangkap setiap pejuang, sekarang Indonesia bebas lepas dari penjajah, Merdeka.
3. 17 Agustus itu bukan hanya sekedar balap karung, main petasan atau konvoi keliling kota, tapi 17 Agustus itu persatuan bangsa.
4. Belajarlah untuk sukses di usia muda, supaya ketika tua nanti tidak payah lagi untuk mengejar kesuksesan, karna sudah berjaya. Selamat HUT RI ke-75!
5. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu Bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu Bangsa yang Merdeka. Selamat HUT RI ke-75!

6. Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Selamat HUT RI ke-75!
7. "Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi, Selamat HUT RI ke-75!" – Jenderal Sudirman
8. Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang dengan lebih keras lagi. Selamat HUT RI ke-75!
9. Perjuangan bangsa indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir. Mari kita perjuangkan bersama indonesia adil dan sejahtera. Dirgahayu Indonesia.
10. Hari kemerdekaan ini bukan hadiah dari Belanda, tapi ini adalah perjuangan dan darah para pahlawan. Selamat hari kemerdekaan.

11. "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." - Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H
12. "Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan." - Sutan Syahrir
13. "Memimpin adalah menderita." - H. Agus Salim
14. "Untuk mencapai sesuatu, harus diperjuangkan dulu. Seperti mengambil buah kelapa, tidak menunggu saja seperti jatuhnya durian yang telah masak." - Mohammad Natsir
14. "Benar atau salah negeriku, lebih-lebih kalau kita tahu negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya." - Prof. Dr. R. Soeharso
15. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya." - Dr. Ir. H. Soekarno

16. Kemerdekaan ini tidaklah didapat dengan mudah. Kemerdekaan ini bukanlah sebuah hadiah dari penjajah secara cuma-cuma. Kemerdekaan indonesia adalah sebuah bukti bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil yang di dapat. Kemerdekaan indonesia adalah saksi bahwa menyerah hanya untuk orang-orang yang jiwanya kalah. Semoga indonesia selalu merdeka. Dirgahayu Republik indonesia.
17. Semoga merdeka tidak hanya berhasil mengambil alih sebuah bangsa. Semoga merdeka benar-benar diaplikasikan untuk segala aspek yang berada di negeri ini. Jayalah terus indonesiaku, kini dan nanti!
18. Jayalah Indonesiaku, Merdeka ke-75, Berkibarlah sang saka merah putih, Gema seabad silam bangsa Inggris datang meredah Pahang dengan peluru bersama senapan membunuh menangkap setiap pejuang, sekarang Indonesia bebas lepas dari penjajah, Merdeka.

19. Menang bukan berarti berhasil menduduki sebuah kursi kekuasaan.
Menang bukan berarti berhasil menumbangkan banyak lawan.
Menang adalah ketika kita bisa merangkul segala perbedaan.
Menang adalah ketika kita bisa membangkitkan kembali semangat juang.
Menang adalah ketika kita bisa melakukan perubahan
20. Jasa pahlawan, jasa penuh kenangan
Jasa yang tak akan mampu dibeli dengan harta
Jasa yang punya tujuan “Merdeka atau Mati”
Saudaraku, mari kita bangkit bersama
Membangun negeri tercinta
Selamat HUT ke-74 Republik Indonesia.(Tribunnews.com/Suci Bangun DS/Sri Juliati)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penulisan Dirgahayu Republik Indonesia yang Benar, HUT ke-75 RI Bukan H.U.T.R.I Ke-75,
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Jangan Sampai Salah! Ini Tulisan Dirgahayu Republik Indonesia yang Benar Bukan H.U.T. R.I. 75, https://makassar.tribunnews.com/2020/08/16/jangan-sampai-salah-ini-tulisan-dirgahayu-republik-indonesia-yang-benar-bukan-hut-ri-75?page=all