Selasa, 9 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Peristiwa Penting Sebelum Proklamasi Indonesia, Pemuda Culik Soekarno Hatta dan Lakukan Hal Ini

Tidak mudah bangsa Indonesia bisa merdeka dan lepas dari penjajahan. Banyak pahlawan yang berguguran untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan itu.

Tayang:
Editor: rida
(Wikipedia)
Soekarno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diketik oleh Sayuti Melik dan telah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta. 

TRIBUNJAMBI.COM- Tidak mudah bangsa Indonesia bisa merdeka dan lepas dari penjajahan. Banyak pahlawan yang berguguran untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan itu.

Konflik Golkar Memanas, Ivan Wirata: Saya Ditunjuk Jadi Plt Karena Nawawi Tak Mampu Laksanakan Musda

5 Gejala Diabetes - Kerap Haus, Urine Keruh hingga Mudah Lapar

Akhir Kisah Asmara Didi Riyadi dan Ayu Ting Ting, Sang Drummer Ungkap Kekecewaan pada Ibu Bilqis!

Sebelum Indonesia diproklamasikan, tadinya hari kemerdekaan akan diberikan Jepang pada 24 Agustus 1945.

Tetapi rencana hari kemerdekaan itu gagal setelah para pemuda dan golongan tua berdebat.

Mereka tak setuju Indonesia merdeka diberikan dari Jepang.

Akhirnya para pemuda berinisiatif menculik Soekarno dan Moh Hatta untuk menyegerakan proklamasi kemerdekaan.

Dilansir dari setneg.com, Soekarno dan Moh Hatta sempat kecewa, lantaran didesak begitu saja.

Namun, setelah sedikit berdebat dengan Sukarni (perwakilan dari pemuda), Soekarno pun akhirnya luluh.

Di sana Soekarno terbuka sehingga diputuskan kemerdekaan terjadi di tanggal 17 Agustus 1945.

Rayakan HUT RI Ke-75, Bank Jambi Gelar Senam dan Lomba, Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Malang Nasib Anak Ahok Veronica Tan, Diduga Terdampak Pandemi Covid-19 Harus Terima Kenyataan Pahit

Promo Makanan Sambut HUT RI Ke-75: McDonalds, JCo, Janji Jiwa hingga Pizza Hut di Seluruh Indonesia

Sukarni memberikan saran kepada Soekarno bahwa revolusi telah di tangan.

Namun saat itu, dengan rasa kecewa Soekarno marah hingga beranjak dari kursinya

"Lalu.... Lalu apa ?" teriak Bung Karno.

Semua terkejut, tidak seorang pun yang bergerak atau berbicara.

Namun, setelah suasana kembali tenang, Sukarni kembali berbicara dengan nada rendah.

Sukarni mengatakan hari kemerdekaan telah direncanakan jatuh di tanggal 17.

Lebih lanjut Sukarni pun membeberkan alasan memilih tanggal 17 tersebut.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved