Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Tahun Ini Lima Desa di Tanjabtim Dapat Program PTSL dari Pemerintah Pusat

Terdiri dari Desa Manunggal Makmur dan Desa Kuala Lagan Kecamatan Kuala Jambi, Desa Alang-Alang dan Desa Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur serta Desa

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Kantor BPN Tanjabtim, Anggasana Siboro 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mendapatkan target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 4.849 Peta Bidang Tanah (PBT) dari Pemerintah Pusat.

Kepala Kantor BPN Tanjabtim, Anggasana Siboro menuturkan, Program PTSL ini diberikan kepada 5 (Lima) desa di tiga kecamatan dalam Kabupaten Tanjabtim.

Terdiri dari Desa Manunggal Makmur dan Desa Kuala Lagan Kecamatan Kuala Jambi, Desa Alang-Alang dan Desa Lambur Kecamatan Muara Sabak Timur serta Desa Bunga Tanjung Kecamatan Nipah Panjang.

Ketua DPD II Golkar Muarojambi Sebut DPD I Melanggar AD-ART SK-kan Plt Ketua Baru

Tukar Kode Redeem Free Fire Berlaku Hingga 14 Agustus 2020 di Web Garena, Lihat 7 Syarat & Ketentuan

Bupati Sukandar Harapkan Kerja Sama Hasilkan Pascasarjana Berkualitas

"Awalnya pada tahun 2020, kami mendapat target sebanyak 7.000 PBT untuk pemetaan dan pengukuran. Namun, karena Saving target itu turun menjadi 4.849," ujarnya, Kamis (13/8/2020).

"Kita juga dapat 5.000 untuk proses sertifikasi bidang tanah," tambahnya.

Dia menjelaskan, dulu yang awalnya Prona tersebut konsepnya semua harus terbit sertifikat, tapi PTSL ini tidak. Jadi konsepnya adalah proses pemetaan bidang tanah secara keseluruhan di Satu desa.

"Contohnya di Desa Manunggal Makmur. Disitu pemetaannya kurang lebih 1.100 bidang tanah. Untuk mencapai desa lengkap, desa itu perlu 280 bidang tanah lagi. Jadi kita alokasikan proses pengukuran dan pemetaan, akhirnya terbit lah peta desa lengkap Manunggal Makmur," jelasnya.

"Bidang tanah yang sudah tergambar tadi, oleh pemiliknya harus dilengkapi dengan alas haknya, terus kita kawinkan sehingga terbit lah sertifikatnya," sambungnya.

Namun, tambahnya, untuk bulan Maret dan April lalu, pihaknya banyak mengalami kendala akibat pandemi wabah virus Corona. Salah satunya, petugas BPN Tanjabtim terpaksa ditarik mundur, karena tidak bisa berinteraksi dan berkumpul dengan warga.

"Tapi setelah bulan Juni kita sudah mulai kegiatan di lapangan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," sebutnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved