Breaking News:

Posko Covid-19 Kembali Diaktifkan, Petugas akan Piket 24 Jam

Setelah sempat dihentikan, posko pengawasan pintu masuk Kabupaten Kerinci kembali diaktifkan. Hal itu menindaklanjuti surat edaran

Tribunjambi/wahyu
Suasana di posko pencegahan Covid-19 Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -  Setelah sempat dihentikan, posko pengawasan pintu masuk Kabupaten Kerinci kembali diaktifkan. Hal itu menindaklanjuti surat edaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Nomor : 360/216/GT.Covid-19/VIII/2020, tentang peringatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2020.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci akan segera mengaktifkan kembali posko pengawasan di pintu masuk wilayah Provinsi Jambi, yaitu posko di Leter W yang berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dan Muara Imat perbatasan Kabupaten Merangin.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kerinci, Darifus mengungkapkan, setelah dilakukan briefing rutin dan sepakat. Tim Gugus Tugas merekomendasikan kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci yaitu Bupati Kerinci Adirozal bahwa posko ini perlu dibuka kembali.

"Hal ini kita lakukan untuk lebih memperketat dan mendeteksi lebih awal terhadap masyarakat yang datang dari zona merah masuk ke Kabupaten Kerinci," ungkap Darifus.

Ditambahkan Darifus, yang juga Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci, posko ini secepatnya akan kembali diaktifkan dan hal ini juga tidak terlepas dengan Kota Sungai Penuh yang juga harus kembali mengaktifkan posko di Puncak, karena muaranya nanti tetap akan masuk ke Kerinci.

"Untuk petugas yang akan ditempatkan di Posko Covid-19 tersebut tidak jauh beda dengan yang sebelumnya, yaitu dari TNI, Polri, Dinkes, Satpol-PP, Dishub dan BPBD. Nantinya petugas tersebut akan piket selama 24 jam," jelas Darifus.

Selain itu, di posko Covid-19 perbatasan nantinya akan diperketat, yaitu warga yang melintas masuk ke Kabupaten Kerinci harus menerapkan Protokol Kesehatan. Yaitu memakai masker, cuci tangan di posko, cek suhu dan kendaraannya disemprot disinfektan.

Perketat Daerah Perbatasan
UNTUK memperketat daerah perbatasan, posko pengawasan Covid-19 di Kabupaten Sarolangun juga akan dibuka kembali. Dibukanya posko seiring dengan penambahan pasien corona di Sarolangun yang saat ini berjumlah 5 pasien.

Asisten II, Setda Sarolangun Dedi Hendri mengatakan berdasarkan penambahan dan sesauai arahan Kementrian Kesehatan diminta untuk memperketat pengawasan.

"Kita juga mendiskusikan bagaimana ke depan kita upaya perbaikan sehingga kedepan tidak ada lagi tambahan(pasien)," katanya, Rabu (12/8).

Ia menyebut, baru-baru ini diketahui penambahan pasien berasal dari warga Sumatera Selatan yang merupakan pelajar (santri) dari Sumatera Selatan yang belajar di Sarolangun. Dan satu pasien lagi karyawan di perusahaan swasta Sarolangun yang juga dari Sumatera Selatan.

Katanya, untuk lingkungan karyawan di daerah asal pasien akan dilakukan swab sekitar lima orang.
Sementara ada 20 orang yang dekat dengan pelajar di salah satu pesantren di Singkut.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved