Breaking News:

Perbaikan Infrakstruktur Tetap Prioritas, 50 Persen Anggaran PUPR Dipangkas Akibat Covid-19

Permasalahan kerusakan infrastruktur kerap menjadi keluhan masyarakat, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Seorang pengendara melewati jalan yang tengah dibangun dari Kecamatan Muara Sabak Timur menuju jalan kabupaten, Minggu (9/8). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Permasalahan kerusakan infrastruktur kerap menjadi keluhan masyarakat, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Tahun ini Pemkab Tanjabtim melalui Dinas PUPR memfokuskan perbaikan jalan kecamatan menuju kabupaten.

Kepala Dinas PUPR Tanjabtim, Risdiansyah mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan ataupun perbaikan infrastruktur di Kabupaten Tanjabtim semuanya menjadi prioritas.

Namun, pihaknya tetap konsen dengan jalan-jalan dari ibu kota kabupaten menuju kecamatan. Seperti menuju ke Kecamatan Kuala Jambi, Mendahara, Nipah Panjang dan bahkan ke Sadu.

Lanjutnya, tahun 2020 ini anggaran infrastruktur dipangkas dari sekitar Rp200 miliar menjadi Rp 100 miliar untuk penanganan Covid-19, namun pihaknya tetap melakukan pembangunan semaksimal mungkin.

"Pembangunan itu untuk menunjang jalan-jalan produksi dan jalan-jalan utama yang dibutuhkan masyarakat.

Kalau terkait jalan yang rusak, berarti jalan itu digunakan masyarakat," katanya, Minggu (9/8).

Ia menjelaskan, untuk pembangunan infrastruktur jalan dianggarkan sebesar Rp46 miliar, jembatan Rp14 miliar dan box culvert sekitar Rp3,4 miliar.

"Meski anggaran infrastruktur dipangkas hampir 50 persen, namun secara fungsional tetap dipertahankan. Maka dari itu, kami alat-alat UPTD yang bisa digerakkan, ketika jalan rusak bisa ditanggulangi secara darurat," jelasnya.

"Mudah-mudahan untuk tahun 2021 mendatang, anggaran kita sudah membaik dan kembali normal," harapnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved