Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pandemi Covid-19 Kerek Pendapatan Emiten Telekomunikasi

Pandemi virus corona yang menekan berbagai lini bisnis nyatanya justru menjadi katalis positif bagi emiten sektor telekomunikasi.

Editor: Fifi Suryani
Dokumentasi Telkomsel
Ilustrasi: Para karyawan Telkomsel memantau jaringan telekomunikasi di Telkomsel Telecommunication Center, Jalan TB Simatupang, Jakarta 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona yang menekan berbagai lini bisnis nyatanya justru menjadi katalis positif bagi emiten sektor telekomunikasi. Dengan penerapan kebijakan Work from Home (WFH) dan School from Home (SFH), penggunaan data dan internet pun meningkat sehingga menjadi katalis positif untuk sektor telekomunikasi.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, secara umum pendapatan sektor telekomunikasi mengalami kenaikan. PT Indosat Tbk (ISAT) misalnya, emiten ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp13,45 triliun. Perolehan tersebut naik 9,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp12,39 triliun.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) juga berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan pada semester I-2020. FREN mengantongi pendapatan sebesar Rp4,30 triliun atau naik 41,98% secara year on year (yoy).

Sementara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) justru mengalami penurunan pendapatan. TLKM tercatat memperoleh pendapatan konsolidasi sebesar Rp66,85 triliun pada enam bulan terakhir. Jumlah tersebut turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di mana TLKM mencatatkan Rp69,34 triliun.

Sedangkan PT XL Axiata Tbk (EXCL) hingga saat ini belum merilis laporan keuangan semester I-2020. Namun, pendapatan EXCL pada kuartal I-2020 mengalami kenaikan sebesar 9% menjadi Rp6,4 triliun.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra mengatakan perbedaan kinerja emiten telekomunikasi pada semester I mengindikasikan ketatnya kompetisi. Hal tersebut tercermin dari kinerja pemain yang lebih kecil seperti ISAT dan FREN berhasil menunjukkan perbaikan kinerja sementara pemain besar seperti TLKM justru kesulitan menjaga pertumbuhan pendapatan.

“Perbedaan kinerja antara pemain besar dan pemain kecil ini mengindikasikan konsumen masih sensitif dengan harga, terlebih ketika ekonomi sedang melambat seperti saat ini. Dengan kompetisi semakin ketat, efisiensi jaringan dan operasional akan menjadi penentu bagi kelangsungan bisnis emiten telekomunikasi,” ujar Etta kepada Kontan.co.id, Sabtu (8/8).

Etta melihat hal ini tercermin dari kinerja TLKM yang berhasil menjaga laba bersih karena mencatatkan penurunan beban operasional sebesar 25% secara year on year. Sementara ISAT dari segi beban operasional hanya turun 1,52% sedangkan FREN justru naik 11,83%.

Sementara analis Samuel Sekuritas Selvi Ocktaviani mengatakan sejatinya TLKM bisa membukukan kenaikan laba bersih pada paruh pertama ini.

“Hal tersebut disebabkan TLKM kembali mencatatkan rugi penurunan nilai investasi atas kepemilikan di Tiphone (TELE) sebesar IDR 342 miliar. Jika tidak disertai rugi ini, sebenarnya TLKM dapat mencatatkan peningkatan laba,” ujar Selvi.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Pandemi virus corona (Covid-19) mengerek pendapatan emiten sektor telekomunikasi

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved