Breaking News:

Olahraga Jambi

Siapa yang Layak Pimpin KONI Jambi? Ingat Jalan Menuju PON Papua

Menurut AS Budiyanto meski banyak insan olahraga yang merindukan kepemimpinanmua, ia tidak gegabah mengambil keputusan.

IST/KONI Muarojambi
PANAHAN - Area CitraRaya City di Mendalo juga menjadi pilihan penyuka olahraga panahan di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bursa pemilihan Ketua KONI Provinsi Jambi 2020 mulai ramai. Satu di antara nama yang muncul yaitu AS Budiyanto.

Meski namanya muncul, Ketua Pengprov IPSI Jambi, AS Budiyanto, mengatakan masih akan pikir-pikir untuk ikut meramaikan bursa pemilihan ketua KONI Jambi 2020-2024.

Mantan Ketua KONI Jambi periode 2012-2016 ini masih cukup waktu untuk memastikan akan turun berkompetisi atau tidak.

Pemprov Jambi Siapkan Rp 211 Miliar, Serapan Dana Covid-19 di Jambi Masih Jauh dari Anggaran

TNI AD Buka Penerimaan Bintara PK, Cek Syarat dan Batas Waktu Pendaftaran Berikut

Ceritakan Soal Penyakitnya & Richard Kyle, Air Mata Jessica Iskandar Berderai, di Hadapan Ruben Onsu

"Masih banyak waktu. Akan saya pertimbangkan masak-masak," ujarnya.

Menurut AS Budiyanto meski banyak insan olahraga yang merindukan kepemimpinanmua, ia tidak gegabah mengambil keputusan.

"Saat ini dari 4 bakal calon yang muncul, semua punya kapabilitas mumpuni. Semua sudah teruji," tukasnya.

Menurutnya, Indra Armendaris sudah terbukti sanggup memimpin KONI Jambi sampai siap berangkat ke PON XX/2020 di Papua.

Sementara H Rahman dia nilai juga sudah teruji.

"H Rahman sudah sangat terlihat. Dua kali memimpin KONI Kota Jambi menunjukkan bagaimana komitmennya dengan olahraga,"jelas Ketua IPSI Jambi ini.

Terkait keinginan maju Budi Setiawan yang saat ini masih memimpin KONI Kota Jambi, ia menilai juga tepat.

Kepemimpinan Budi Setiawan di KONI Kota Jambi sudah menunjukkan kepiawaian berorganisasi seorang Budi Setiawan.

Adapun terkait nama Fernando Heryanto, pria yang pernah melahirkan jawara dunia pencak silat dari tanah Jambi ini mengatakan juga layak dan pantas memimpin KONI Provinsi Jambi. (*)

2 Anaknya Sempat Tak Diakui, Curhatan Nikta Mirzani ke Gisel

Anggota Kopaska Bawa Kondom saat Operasi Trikora 1962, Ternyata Senjata Rahasia supaya Bisa Meledak

Ketika Kopaska, Kopassus, dan Denjaka Menggabungkan Kekuatan Buru Perompak Somalia

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved