Jumat, 15 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siapakah Pemilik Coca-Cola? Perjalanan Hidup Cara 'Berkuasa' di Lebih 200 Negara

Tapi pertanyaannya, siapakah pemilik Coca-Cola? Minuman ini telah berumur lebih dari 134 tahun, terhitung pertama kali dikenalkan.

Tayang:
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Duanto AS
ISTIMEWA
Siapakah pemilik Coca-Cola? 

TRIBUNJAMBI.COM - Coca-Cola merupakan satu di antara minuman paling terkenal di dunia.

Di lebih dari 200 negara ada minuman produksi The Coca-Cola Company, lengkap dengan botol ciri khasnya.

Tapi pertanyaannya, siapakah pemilik Coca-Cola?

Minuman ini telah berumur lebih dari 134 tahun, terhitung pertama kali dikenalkan.

Sebelum menelusuri sejarahnya, berikut ini peta kondisi Coca-Cola saat ini.

Pernah Minum Coca Cola Dicampur Kopi? Ternyata Hasilnya Jadi Begini

Muncul di Abad ke-19, Inilah Slogan Coca-Cola dari Masa ke Masa Versi Indonesia, Ingat yang Mana?

Coca-Cola adalah minuman ringan berkarbonasi yang dijual di toko, restoran dan mesin penjual.

Menariknya, minuman ini ada di lebih dari 200 negara.

Beberapa sumber menyebutkan minuman ini diproduksi oleh The Coca-Cola Company asal Atlanta, Georgia.

Ada yang disebut Coke saja (merek dagang terdaftar The Coca-Cola Company di Amerika Serikat sejak 27 Maret 1944).

Menelusuri jejak pembuatan minuman berkarbonasi Coca-Cola sangatlah menarik.

Awalnya, minuman ini dibuat sebagai obat paten saat ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh John Pemberton.

Kemudian, Coca-Cola akhirnya dibeli oleh pebisnis Asa Griggs Candler yang taktik pemasarannya berhasil membuat Coke mendominasi pasar minuman ringan dunia sepanjang abad ke-20.

Sosok ahli farmasi

Pertama kali, Coca-Cola diperkenalkan pada 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton.

Ia merupakan seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

Pria inilah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola.

Menciptakan huruf dan nama

Sahabatnya pun ikut memberi ide.

Frank M Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan.

Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer.

Saat itu, lahirlah lahirlah logo paling terkenal di dunia yang sering kita lihat sekarang.

Pernak-pernik Coca-Cola

Rupanya, Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cenderamata berlogo Coca-Cola.

Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan.

Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cenderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.

Kisah 1944 iklan sangat menarik

Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut:

"Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain".

Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke.

Akhirnya pada 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar.

6 Perbedaan Indomie di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, Perhatikan Baik-baik

Terungkap Peracik Bumbu Mi Goreng Indomie, Netizen Doakan Amal Jariyah untuk Nunuk Nuraini

1 Hal di Racikan Indomie yang Bikin Orang Selalu Ingin Nambah Terus, Jangan Kaget Bila Tahu

Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola.

Itupun berlanjut hingga pada 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar. (Eko Prasetyo/ tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved