Suami Pukul Kepala Istri hingga Tewas

Gara-gara Selembar Uang, Suami di Tanjabbar Ambil Papan dan Pukul Kepala Istri Berkali-kali

Samlan tega menghabisi nyawa Arbaiyah dengan memukul kepalanya dengan balok kayu. Pihak kepolisian

tribunjambi/samsul bahri
Rumah korban di RT 24, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Samlan kini harus berurusan dengan pihak kepolisian karena telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga menyebabkan istrinya, Arbaiyah tewas.

Samlan tega menghabisi nyawa Arbaiyah dengan memukul kepalanya dengan balok kayu.

Pihak kepolisian akhirnya meringkus pelaku di rumah pak RT tempat Ia tinggal yakni di Jalan Diponegoro lorong kenangan lama RT.024 Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Minggu (2/8/2020).

 Polda Jambi Gelar Deklarasi Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Pulau Kayu Aro Muarojambi

 Bagikan 270 Kupon Kurban, DPW PAN Provinsi Jambi Potong Dua Ekor Sapi

 Tak Banyak yang Tahu, Amanda Manopo Sebut Dirinya yang Duluan Nyatakan Suka ke Billy Syahputra

Motif KDRT yang berujung pada meninggalnya Arbaiyah hanyalah hal sepele. Pelaku meminjam uang kepada korban sebesar Rp 20 ribu, namun korban menjawab kepada pelaku bahwa tidak memiliki uang. Korban juga sempat menendang kaki pelaku, hingga pelaku merasa kesal.

"Saat itu pelaku hendak meminjam uang kepada korban sebesar Rp 20 ribu, namun dijawab korban 'tak ade duit' sambil lewat di depan pelaku dan korban ada menendang kaki pelaku yang saat itu duduk diruang tengah rumah, pelaku pun merasa kesal," terang Kasat Reskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiholan.

Kekesalan yang mengakibatkan emosi pelaku kepada korban, akhirnya pelaku mengambil kayu papan sepanjang lebih kurang 92 cm yang ada didalam rumah.

Pelaku langsung memukulkan kayu tersebut kearah kepala korban secara berulang kali hingga korban terkapar ke lantai.

Setelah pemukulan tersebut, kata Kasatreskrim pelaku keluar dari rumah menuju rumah ketua RT memberitahukan bahwa pelaku ada bertengkar dengan korban. Usai menceritakan hal tersebut, kemudian ketua RT menuju rumah pelaku.

"Sampai di rumah, korban sudah tidak ada karena sudah di bawa oleh warga sekitar ke rumah sakit. Pelaku mengambil air dan membersihkan bekas darah yang ada di kamar menggunakan air yang dibawanya," jelasnya.

Terhadap kejadian tersebut, warga sekitar ramai menuju rumah pelaku. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, warga menyarankan pelaku kembali ke rumah ketua RT.

Tak lama kemudian setelah sampai kembali di rumah Ketua RT Pihak kepolisian mengamankan pelaku ke Mapolres Tanjabbar guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Menurut keterangan dokter RS, korban meninggal dunia akibat pendarahan di kepala. Korban mengalami luka robek di kepala sepanjang lebih kurang 20 cm. Luka robek tembus di kepala sampai ke leher belakang korban," ungkapnya.

"Saat ini sudah kita amankan pelakunya, kita akan melakukan gelar perkara, guna menentukan status tersangka dan saat ini kita amankan barang bukti pakaian korban, dan kayu yang digunakan pelaku," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved