Pelanggar Protokol Kesehatan akan Disanksi, Beleid Inpres Segera Ditandatangani

Pemerintah memastikan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pemberian sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan pencegahan

Twitter/@Fahrihamzah
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah Senin (20/7/2020). Terlihat juga Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Sekjen Mahfudz Siddiq. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pemberian sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona (Covid-19) tak lama lagi akan terbit.

Saat ini, beleid tersebut telah masuk dalam tahap paraf oleh Menteri Sekretaris Negara. Setelahnya akan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diundangkan.

"Tidak tahu pasti kapan akan diundangkan, tapi yang jelas dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi," ujar Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (28/7).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan akan membuat Inpres untuk pemberian sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Pasalnya di sejumlah daerah masih banyak masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Padahal penerapan protokol kesehatan dinilai penting. Hal itu untuk memastikan keamanan berlangsungnya aktivitas ekonomi di suatu wilayah. "Untuk bisa mulai menumbuhkan aktivitas ekonomi harus bertahap mengembalikan rasa aman," ujar Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (29/7).

Pengembalian rasa aman tersebut harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Antara lain dengan menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.

Sebagai informasi saat ini kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 104.432 kasus. Dari angka tersebut sebanyak 62.138 kasus sembuh dan 4.975 meninggal dunia.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Jokowi akan segera terbitkan Inpres sanksi bagi pelanggaran protokol Covid-19

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved