Niat dan Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Sehari Sebelum Idul Adha 1441 H Tahun 2020
9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha yang jatuh 31 Juli 2020 ini merupakan waktu menunaikan puasa Arafah.
TRIBUNJAMBI.COM - Jangan terlewat, puasa Arafah 9 Dzulhijjah, sehari jelang Idul Adha, simak niat dan keutamaannya.
9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha yang jatuh 31 Juli 2020 ini merupakan waktu menunaikan puasa Arafah.
Menjelang Idul Adha 2020 ada deretan ibadah sunah yang bisa dilakukan, salah satunya puasa Arafah, yang jatuh pada Kamis (30/7/2020).
Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah.
• Ternyata Sebelum VS, Artis Ini Juga Pernah Ditangkap di Hotel yang Sama, Penyanyi Dangdut Tahun 2016
• SEDANG TAYANG! Konser BTS Bersama Tokopedia, Live Streaming di Sini Lewat TV Online SCTV & Indosiar
Hari Arafah adalah saat jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.
Keutamaan Puasa Arafah
Keutamaan puasa Arafah sungguh istimewa.
Keutamaan itu yakni, dihapuskan segala dosa selama satu tahun yang lalu, dan setahun yang akan datang dijaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari RA.
"Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, 'Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang'.” (HR Imam Muslim)
Selain itu, umat Muslim yang berpuasa Arafah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pada hari tersebut.
Niat Puasa Arafah
Nawaitu shauma arafah sunnatan lillahi ta'ala
“Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah ta’ala.”
Kalender bulan Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah 1440 H adalah sebagai berikut :
1 Dzulhijjah = 22 Juli 2020
2 Dzulhijjah = 23 Juli 2020
3 Dzulhijjah = 24 Juli 2020
4 Dzulhijjah = 25 Juli 2020
5 Dzulhijjah = 26 Juli 2020
6 Dzulhijjah = 27 Juli 2020
7 Dzulhijjah = 28 Juli 2020
8 Dzulhijjah = 29 Juli 2020
9 Dzulhijjah = 30 Juli 2020
• Gelar Juara Premier League, Berapa Pendapatan Liverpool Musim Ini? Fantastis, Pengaruh Covid-19
HARAM PUASA :
10 Dzulhijjah = 31 Juli 2020
11 Dzulhijjah = 1 Agustus 2020
12 Dzulhijjah = 2 Agustus 2020
13 Dzulhijjah = 3 Agustus 2020
Batas Akhir Memotong Kuku
Bagi yang akan berkurban, batas akhir memotong kuku dan memangkas rambut adalah 21 Juli 2020.
Batas ini bertepatan dengan 30 Dzulqa'dah 1441 H.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮُ ﻭَﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌَﺮِﻩِ ﻭَﺑَﺸَﺮِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ
Artinya :
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat yang lain disebutkan,
ﻓَﻼَ ﻳَﺄْﺧُﺬَﻥَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺮِﻩِ ﻭَﻻَ ﻣِﻦْ ﺃَﻇْﻔَﺎﺭِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ
Artinya :
“Janganlah ia memotong rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sampai ia menyembelih.” (HR. Muslim)
Arahan MUI
Ketua MUI Jakarta DKI Munahar Muchtar mengimbau warga agar berwudhu di rumah dan membawa sajadah sendiri apabila ingin melaksanakan shalat Idul Adha di masjid.
Sesampainya di masjid, warga diimbau tetap menggunakan masker..
Pemakaian masker yang menutup hidung saat shalat diperbolehkan untuk mencegah penularan covid-19.
"Ini tetap harus dan wajib dilaksanakan. Jadi ada jarak, wudhu dari rumah, sudah membawa sajadah, memakai masker, sampai masjid cuci tangan," kata Munahar dalam webinar yang disiarkan melalui Zoom, Rabu (29/7/2020).
Sementara itu, panitia masjid juga diminta memberi tanda perenggangan saf bagi jemaah saat shalat.
Hal itu sesuai protokol kesehatan covid-19, yakni saling menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah.
"Di masjid itu sendiri kepanitiaan sudah membuat batas-batas agar supaya jemaah bisa melaksanakan (shalat) tetap da jarak.
• Ramalan Zodiak 30 Juli 2020, Lengkap 12 Bintang untuk Percintaan Para Jomblo, Keuangan dan Kesehatan
Untuk sementara karpet diamankan terlebih dahulu, yang ingin baca Al Quran bawa Al Quran dari rumah," ujar Munahar.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan pelaksanaan shalat Idul Adha, kecuali warga yang berada di 33 RW zona merah covid-19.
Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spritual DKI Jakarta Hendra Hidayat menyarankan masyarakat di 33 RW tersebut untuk melaksanakan shalat Idul Adha di rumah masing-masing.
Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 terutama bila ada tak ada physical distancing dan masyarakat yang saling berjabat tangan.
"Untuk masyarakat yang berada di wilayah atau zona merah diimbau untuk shalat Ied di rumah bersama dengan keluarganya masing-masing, guna membantu mencegah penyebaran covid-19.
Hal ini demi kebaikan, kesehatan, dan keselamatan bersama," ucap Hendra.
(*)
SUMBER: Tribun Kaltim
• Cerita Cinta Laura Tinggal Sendiri di Apartemen di Amerika: I Can Do Everything Myself