Lahan Pangan Jambi Mulai Dikepung Industri, Pemerintah Dianjurkan Perbaiki Tata Kelola Wilayah

Lahan tanaman pangan banyak yang alihfungsi jadi areal industri. Kebijakan di daerah secara umum untuk penguatan ketahanan pangan

TRIBUNJAMBI
Live Mojok Tribun Jambi, dengan narasumber Rudiansyah (Walhi Jambi) dan Nurbaya Zulhakim (Yayasan Setara Jambi), dipandu oleh Suang Sitanggang (Jurnalis Tribun Jambi) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketahanan pangan di Provinsi Jambi berada di titik mengkhawatirkan.

Lahan tanaman pangan banyak yang alihfungsi jadi areal industri. Kebijakan di daerah secara umum untuk penguatan ketahanan pangan juga dianggap belum berpihak kepada petani kecil.

Hal itu terungkap dalam Live Talkshow Mojok yang digelar Tribun Jambi, Rabu (29/7) siang. Talkshow ini mengangkat tema "Sudahkah Kita Siap Kelaparan?" yang dipandu oleh Suang Sitanggang, Jurnalis Tribun Jambi.

Dua narasumber di acara ini yakni Rudiansyah Direktur Eksekutif Walhi Jambi dan Nurbaya Zulhakim Direktur Yayasan Setara Jambi. Talkshow ini live di Instagram, YouTube, dan Facebook Tribun Jambi. Tema ini diangkat melihat fenomena penyusutan lahan pangan.

Rudiansyah mengatakan, dilihat dari sisi kebijakan pemerintah, ternyata luas areal yang dialokasikan untuk tanaman pangan di Provinsi Jambi tidak sampai 10 persen dari luas wilayah Jambi.

"Apakah 10 persen itu produktif? Kita lihat dari citra satelit, yang tidak terganggu hanya sekitar 30 ribu hektare," terang Rudi. Luas wilayah Jambi sekitar 5 juta hektare.

Ia menjelaskan, tantangan besar bagi petani tanaman pangan saat ini adalah bagaimana kepastian wilayah yang selama ini dipertahankan oleh petani untuk kebutuhan mereka.

Jangan sampai areal yang menjadi lahan pangan malah diberikan izin industri ekstraktif, sebab hal itu akan berpotensi mengikis lahan pangan.

Selanjutnya adalah problem produktivitas hasil petani.

"Kalau sudah dipastikan itu areal tanaman pangan maka pemerintah memperhatikan aspek tatakelola. Apakah areal tanaman pangan bisa produktif bila telah dikepung industri ekstraktif?" bilang Rudi.

Halaman
12
Penulis: suang
Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved