Breaking News:

Sekarang Cetak KK dan Akta Kelahiran Dapat Dilakukan di Rumah, Ini Caranya

Cetak Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran (AK) semakin dipermudah, masyarakat dapat cetak sendiri di rumah dengan menggunakan

Tribunjambi/Abdullah Usman
Sekdis Dukcapil Tanjabtim Ambok Ali. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Cetak Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran (AK) semakin dipermudah, masyarakat dapat cetak sendiri di rumah dengan menggunakan kertas A4 per 80 gram.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Aruji melalui Sekretaris, Ambok Ali, Selasa (28/7). Ambo mengatakan, pencetakan KK dan akte kelahiran bisa menggunakan kertas HVS putih A4 80 gram, sesuai instruksi pusat. Artinya, masyarakat bisa mencetak sendiri di rumah.

"Ya, tujuannya untuk mempermudah masyarakat membuat atau merubah data pada KK dan akte kelahiran secara online," katanya.

Namun, tentu perubahan data tersebut tidak semerta-merta tanpa ada syarat pembuatan atau perubahan data. Di dalam aplikasi itu nantinya akan ada menu-menu yang harus diisi sesuai dengan keperluan masing-masing.

"Jadi apapun jenisnya, baik itu pembuatan KK dan akte kelahiran yang baru maupun perubahan data, tetap harus ada berkas syarat-syaratnya," ujar Ambok.

Tugas dari Disdukcapil sendiri nantinya, setelah semua syarat telah dipenuhi secara online oleh yang bersangkutan, Disdukcapil akan memvalidasinya dan meng-kroscek semua syarat tersebut. Dan kemudian setelah dikroscek, Disdukcapil akan menyetujui untuk dicetak.

"Jadi yang bersangkutan harus menunggu sampai kami selesai mengkrosceknya secara online, baru lah nanti setelah disetujui boleh cetak," jelasnya.

Dengan adanya penerapan pembuatan dokumen secara online dan bisa cetak sendiri, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Disdukcapil.

Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya perjalanan untuk pengurusan dokumen kependudukan.

"Terkait hal ini sudah diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2020 lalu. Dan saat ini untuk aplikasinya, kami lagi berkoordinasi dengan Diskominfo untuk diajukan ke Pemerintah Pusat," sebut Ambok.

Sebenarnya, pembuatan dokumen secara online ini diterapkan sejak adanya pandemi wabah Covid-19. Agar masyarakat tidak menumpuk dan antre lagi untuk mengurus ke Kantor Disdukcapil.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved