Breaking News:

Hingga Akhri Juni, Baru 187 Paket yang Masuk Proses Tender di UKPBJ Provinsi Jambi

Hingga akhir Juni 2020, sebanyak 187 paket masuk proses tender di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Jambi.

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala UKPBJ Provinsi Jambi, Jafri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga akhir Juni 2020, sebanyak 187 paket masuk proses tender di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Provinsi Jambi. Dari angka itu baru 99 paket terkontrak dari sumber dana APBN dan APBD. Sisanya 88 paket masih proses tender.

Kepala UKPBJ Provinsi Jambi Jafri melalui Kasubbag pembinaan dan advokasi pengadaan barang/jasa Ahmad Dalil Siregar mengatakan, untuk 187 paket pekerjaan yang sudah ditenderkan seperti pekerjaan konstruksi 79 paket, konsultansi 46 paket, barang 33 paket dan jasa lainnya 29 paket.

"Dari paket yang sudah tender baru terkontrak 88 paket kepada penyedia, dengan total kontrak Rp493,8 miliar belum termasuk pemotongan untuk refocusing Covid-19 di berbagai OPD," sampai Dalil di kantornya (28/7/2020).

Puluhan Orang Terjaring Razia Masker di Jambi, Bukan Denda Tapi Ini Hukumannya

Komisioner KPU Bungo Jadi Tersangka Penipuan Caleg DPRD Provinsi Jambi, Guru Spiritual Ikut Terlibat

Dari 187 yang sudah ditender yang melalui tender langsung sebanyak 181 paket, sedangkan untuk tender lainnya ada beberapa paket. Seperti 4 paket melalui penunjukan langsung dan 2 paket tender cepat. Khusus tender cepat dia mengatakan ada syarat khusus seperti penyedia yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.

Terkait masih dilakukan lelang pada pertengahan tahun ini, seperti ada pada Bidang Perumahan dan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi. Alasannya karena baru dilakukan penetapan pemangkasan refocusing di Dinas PUPR.

Ditambahkan Kepala UKPBJ Jafri , bahwasanya terkait lambannya proses tender pihaknya hanya bersifat menunggu dan OPD lah yang memasukkan program untuk dilelang ke pihaknya.

"Itu merupakan kewenangan OPD dan kita hanya fasilitasi untuk penenderannya sesuai ketentuan yang berlaku," sampainya.

Namun Jafri juga tak menampik adanya wabah Covid-19 tahun ini cukup berpengaruh dalam jumlah pekerjaan. Jika tahun sebelumnya ada 340-an paket di tahun ini hanya 167 paket yang baru tender.

"Ini seperti untuk paket APBN yang telah ada ketentuan berdasarkan surat Kemenkeu bahwa pekerjaan selain pendidikan dan kesehatan tak bisa dilakukana tender tahun ini , otomatis pekerjaan OPD selain itu langsung hilang proses tendernya di kita," katanya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved