Breaking News:

Peristiwa Kudatuli

Kronologi Peristiwa Mencekam 27 Juli 1996, Kantor PDI Dijaga Pasukan Anti Huru-hara

27 Juli 1996 dikenal sebagai peristiwa kudatuli.Saat itu, Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia ( PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta dikepung massa

Editor: Rahimin
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
Deretan replika batu nisan bertuliskan sejumlah tragedi berdarah di pasang saat memperingati peristiwa 27 Juli 1996 di bekas gedung Partai Demokrasi Indonesia, Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/7/2011). Dalam aksinya mereka yang tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) meminta pemerintah menuntaskan tragedi berdarah 27 Juli. 

Namun, informasi tentang jumlah korban tewas dan luka, simpang siur. Pangdam Jaya Mayjen Sutiyoso menyebut "hanya" dua orang yang tewas dan 26 luka-luka.

Ini pun disebut bukan dari kubu Mega, melainkan dari kubu Soerjadi yang mengalami serangan jantung. Satu lagi adalah satpam yang loncat dari lantai tujuh karena gedungnya hendak dibakar massa.

Megawati Soekarnoputri tahun 1998.
Megawati Soekarnoputri tahun 1998. (KOMPAS/ARBAIN RAMBEY)

Sementara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang kala itu dipimpin Bambang Widjojanto menyatakan 47 orang dirawat di RSCM, 10 orang dirawat di RS Cikini, dan 1 orang di RS Fatmawati.

Minggu 28 Juli 1996 sekitar pukul 09.00 WIB, tiga mobil jenazah keluar dari RS Cikini dengan pengawalan tentara. Kamar mayat RS Cikini dijaga ketat oleh tentara yang melarang siapa pun mendekat.

Di hari yang sama, sejumlah wartawan yang sempat masuk ke kamar mayat RSCM menjumpai puluhan mayat yang penuh luka penganiayaan.

Heboh, Jenazah Wanita di Medan Johor Masih Pakai Daster Dibungkus Kain Kafan, Terungkap Hal Ini

Luna Maya Diam-diam Simpan Ruang Khusus di Hatinya untuk Ariel Noah: Dia Juga Bagian Hidup Saya!

Tidak Ditemukan Kesepahaman, Musda X DPD II Golkar Kota Jambi Dikembalikan ke DPD I

Sementara Komnas HAM menyimpulkan lima orang tewas, 149 orang luka-luka, 23 hilang, dan 136 ditahan akibat peristiwa itu.

Penyelidikan digelar dengan kewenangan terbatas Komnas HAM, tetapi tak pernah ada tindak lanjut. Pihak ABRI saat itu menuding kerusuhan dimotori kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Partai Rakyat Demokratik (PRD) turut dituding jadi dalang kerusuhan. Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko yang kini jadi anggota DPR dari PDI-P dijebloskan ke penjara dengan hukuman 13 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menelisik Kembali Kronologi Peristiwa 27 Juli yang Mencekam

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved