Breaking News:

Dua Tahun Terbengkalai, Pemprov Jambi Bingung Eks Pasar Angso Duo Mau Diapakan

Pemprov Jambi belum memutuskan pemanfaatan aset lahan eks Pasar Angso Duo lama.

Tribunjambi/Zulkifli
Seorang pengendara tengah melintasi kawasan eks Pasar Angso Duo Lama 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemprov Jambi belum memutuskan pemanfaatan aset lahan eks Pasar Angso Duo lama. Kini lahan tersebut semakin semak ditumbuhi pepohonan liar. Sehingga lahan tersebut terlihat tek terurus.

Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Jambi, Riko mengatakan bahwa pihaknya belum menentukan pembangunan apakah yang akan di bangun di lahan belas Pasar Angso Duo tersebut.

"Kita belum paham mau dibangun apa, dan pembahasannya juga belum diputuskan mau dibangun apa," kata dia, Senin (27/8).

Lanjutnya lahan tersebut terbengkalai hampir dua tahun. Pasalnya pasar tersebut dilakukan pembongkaran sejak tahun 2018 lalu. Riko menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, bahwa lahan eks Pasar Angso Duo tersebut akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tempat perekonomian.

Kasus Baju Linmas, Kejari Merangin Tetapkan Oknum Pejabat, ASN dan Polisi Sebagai Tersangka

Kasus Baju Linmas, Kejari Merangin Tetapkan Oknum Pejabat, ASN dan Polisi Sebagai Tersangka

"Kita belum menentukan apa-apa, dan nanti akan kita bahas kembali bersama pak gubernur," tambahnya.

Riko juga menyebutkan, untuk proses pemanfaatan lahan eks Pasar Angso Duo tersebut harus dilakukan lelang dan dibentuk tim dalam prosesnya. Namun, untuk saat ini belum ada tim yang dibentuk.

Ini disebabkan karena Pemprov Jambi sendiri masih ragu dalam pemanfaatan lahan tersebut. "Nanti persetujuannya kita serahkan ke pak gubernur Jambi seperti apa nantinya," sebutnya.

Diketahui, untuk saat ini terdapat satu investor yang telah masuk untuk mengelola lahan eks Pasar Angso Duo tersebut. Namun, pemprov sendiri belum memproses pengajuan dari investor tersebut.

"Tak kita proses karena harus ada lelang, minimal ada empat investor lah masukkan penawaran," ungkapnya.

Sebelumnya, ada beberapa pilihan yang akan dibangun di lahan seluas 6 hektare tersebut seperti bangunan guna serah atau Built Operate Transfer (BOT). Kemudian Kerja sama Pemanfaatan (KS) atau dalam bentuk ruang terbuka hijau. Namun hal ini belum ada keputusan.

Setelah pasca penggusuran dan pemindahan pasar tersebut, lahan itu terkesan dibiarkan sehingga menjadi semak belukar.

Sementara itu, untuk nilai aset lahan tersebut masih sama dengan perhitungan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada September 2019 lalu.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved