Breaking News:

Atasi Kelangkaan Gas LPG, Dirjen Migas Bangun 7.000 Saluran Gas Rumah Tangga di Jambi

Pemasangan pipa jaringan gas rumah tangga di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, dan Sarolangun, masih berlangsung.

Tribunjambi/Zulkifli
Proyek jargas yang kini tengah dikerjakan di tiga wilayah di Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemasangan pipa jaringan gas rumah tangga di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, dan Sarolangun, masih berlangsung.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Harry Andria menjelaskan, ada sekitar 7.000-an saluran gas yang direncanakan Dirjen Migas Kementerian ESDM bisa sampai ke rumah warga. Namun untuk realisasi pemasangan di daerah, kata dia, bisa berubah tergantung situasi.

"Untuk realisasi, kabupaten/kota yang tahu, karena pengusulan dan realisasi kewenangan mereka," katanya, belum lama ini.

Pergi Membawa Rindu, Ironi 170 Petani Jalan Kaki Menuju Istana Presiden

Terkait target kapan selesainya pemasangan itu, Harry menyebut pihak Kementerian ESDM yang lebih bisa memperkirakan, karena ada berbagai tahapan yang dilakukan, mulai dari penyiapan sarana-prasarana hingga penyaluran gas. Sedangkan yang dikerjakan saat ini, masih tahap memasang jaringan perpipaan.

"Nanti akan sampai juga pada tahap penyambungan pipa ke rumah-rumah," selanya.

Selanjutnya, nanti akan ada pekerjaan dari penyalur gas PT PHE Jambi Merang asal Sumatera Selatan, hingga sampai ke rumah-rumah.

Lebih Boros Saat di Rumah, Cerita Milenial di Jambi Saat Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, pengerjaan jaringan gas ini sudah dimulai sejak awal tahun 2020 lalu, dan masih berlangung hingga kini. Pekerjaan ini merupakan proyek strategis nasional, sebagaimana tertulis di plang pekerjaan proyek sesuai Perpres nomor 56 tahun 2018.

Terpisah, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Jambi, Mukhtamar Hamdi juga tidak menampik informasi itu. Di Kabupaten Muarojambi misalnya, akan direncanakan di Kecamatan Jaluko, Sekernan, dan Kumpeh.

Menurutnya, jika terealisasi, ini bisa jadi solusi untuk mengatasi permasalahan gas LPG 3 kg yang terbilang langka, karena jaminan ketersediaannya terjaga dengan harga yang murah.

"Tapi untuk mekanismenya tergantung usulan di daerah kabupaten/kota," ujarnya.

Mengenai pendataan rumah tangga yang mendapat sambungan ini nantinya kata dia juga tergantung kualifikasi dari kabupaten dan kota, termasuk mekanisme lainnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved