Breaking News:

Ratusan Petani Sumatera Utara Berjalan Kaki Menuju Istana Presiden, Tuntut Masalah Perampasan Lahan

170 petani dari Sumatera Utara yang tergabung dalam organisasi Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Serikat Tani Mencirim Bersatu tiba di Jambi.

Tribunjambi/Zulkifli
Petani dari Sumatera Utara yang tergabung dalam organisasi Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) tiba di Jambi. 

TRINJAMBI.COM, JAMBI - Petani dari Sumatera Utara yang tergabung dalam organisasi Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) berjumlah 170 orang melakukan aksi dengan berjalan kaki dari Sumatra Utara pada tanggal 25 Juni 2020 dengan tujuan akhir istana presiden.

Tiba di Jamni bersama Walhi, PPJ, KPA, Serbundo, GMKI, dan PMI Provinsi Jambi, malakukan aksi massa pada Jumat pagi di simpang empat BI, Jumat (24/7).

Aksi massa ini bertujuan untuk menuntut keadilan bagi petani yang terkena perampasan lahan oleh PTPN II. “Rumah dan lahan kami digusur di dua wilayah, yang pertama di daerah Simalingkar Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang sebanyak 854 hektare lahan, dan yang satu lagi di Sei Mencirim Kecamatan Kutalim Baru Kabupaten Deli Serdang sebanyak 850 hektare, tapi kami hanya menuntut 700 hektare yang masing-masing desa 350 hektare,” kata Awan Purba, salah satu koordinator aksi.

Setelah Golkar dan PBB, Kini Giliran Demokrat Tinggalkan Cici Halimah, Pilih Jagokan Ini di Pilkada

Siasati Pandemi Covid-19, Muswil PAN Akan Dilaksanakan Virtual Minggu Besok

Widi Wahyudi peserta aksi lainnya menambahkan di saat pandemi Covid-19 terjadi, di saat itu pula PTPN II melakukan perampasan tanah rakyat. “Lumbung pangan petani dihancurkan, rumah-rumah petani di luluh lantakkan bagaikan seorang penjajah,” ujarnya.

Sejauh ini, sudah melaporkan pada DPRD Deli Serdang, Bupati Deli Serdang, BPN Deli Serdang baik Kabupaten maupun Provinsi namun tidak ada hasil yang memuaskan.

“Selama ini kami sudah jalan kaki melaporkan hal ini kepada DPRD Kabupaten, Bupati, BPN tapi hingga sekarang kami tidak pernah ditanggapi dengan serius, makanya kami minta negara hadir untuk menyelesaikan masalah bagi kami petani yang tertindas,” ungkapnya.

“Kami hanya menuntut keadilan bagi kami agar kami bisa bercocok tanam kembali untuk kebutuhan hidup dan anak sekolah, karena sekarang ini kami tidak punya rumah dan kami juga tidak bisa bercocok tanam lagi,” tambahnya.

Rencananya massa aksi akan terus bergerak ke arah Sumatera Selatan hingga tujuan akhir Istana Presiden bertepatan dengan tanggal 17 Agustus untuk menyampaikan keresahannya secara langsung didepan presiden.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved