Breaking News:

Begini Cara Pelaku Penipuan Larikan Motor Yamaha NMAX Milik Warga Jambi Senilai Rp 19 Juta

Sukri (33) warga Jalan Beliung, Rt 11, Handil Jaya, Jelutung menjadi korban dari orang yang tidak dikenalnya.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUN JAMBI/RIDA EFRIANI
ilustrasi Yamaha NMAX 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Berbagai cara dilakukan oleh pelaku penipuan untuk mengelabui para korbannya.

Kali ini, Sukri (33) warga Jalan Beliung, Rt 11, Handil Jaya, Jelutung menjadi korban dari orang yang tidak dikenalnya.

Sepeda motor Yamaha NMAX dengan nomor polisi, BH 6367 ZP, warna abu abu yang rencananya dijual senilai Rp 19 juta raib dibawa pelaku.

Untuk meyakinkan Sukri, pelaku mengaku serius ingin membeli sepeda motor tersebut.

Keduanya pun telah sepakat dengan harga Rp 19 juta. Kemudian, pelaku pamit kepada Sukri dan berjanji akan kembali pada malam hari.

"Jadi sudah deal harga, dia bilang mau jemput anak atau isterinya buat bawa motor saya bang, saya oke kan lah," kata Sukri, (24/7) sore.

Niat Jual Motor Lewat Facebook, Yamaha NMAX Milik Sukri Raib Dibawa Kabur, Polisi Kehilangan Jejak

Peduli Covid-19, Yamaha Jambi Salurkan Ribuan Sembako dan APD

Sesuai janjinya, pelaku pun kembali, dan membawa seorang laki-laki bernama Sidik (23), yang dia sebut sebagi adiknya.

Pelaku lantas meminta kunci sepeda motor Sukri dengan alasan ingin melihat kondisi mesin.

Tanpa curiga Sukri langsung menyerahkan kunci motornya. Akan tetapi setelah pelaku pergi Sukri terkejut, pasalnya orang yang disebut sebagai adik pelaku menegurnya.

"Iya bang, yang dia bilang adiknya ini tiba-tiba bilang, kenapa berani ngasih kuncinya, ya saya langsung kaget, rupanya, dia juga tidak kenal dengan pelaku bang," terangnya.

Sukri menjelaskan, pelaku sengaja mencari seseorang yang paham tentang sepeda motor, guna mengelabuinya.

"Iya, dia ini yang dia bilang adiknya juga korban bang, mereka baru kenal dan ketemu di jalan, dia diajak buat cek sepeda motor dan dia katanya akan diupah," jelasnya.

Setelah menyadari hal tersebut, Sukri langsung mencoba menghubungi pelaku, namun baru berselang 10 menit setalah sadar, nomor telepon pelaku sudah tidak aktif.

Atas kejadian tersebut, pelaku langsung melapor kepihak Kepolisian Sektor Jelutung.

"Iya anggota kita menerima laporan tersebut, dan kita juga sudah mintai keterangan terhadap Sukri dan juga Sidik," kata Fajar.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved