Breaking News:

Abrasi Terus Ancam Warga, Desa Simpang Tempat Pertemuan Tiga Muara Sungai

Desa Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) merupakan wilayah pertemuan antara tiga

tribunjambi/abdullah usman
Beberapa titik wilayah di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak terpantau longsor akibat abrasi. Potensi abrasi di wilayah tersebut cukup tinggi mengingat lokasi tersebut menjadi pertemuan Tiga aliran sungai. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Desa Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) merupakan wilayah pertemuan antara tiga hulu sungai.

Kondisi ini membuat warga terus dihantui ancaman abrasi yang mengikis daratan tempat tinggal mereka.

Tiga aliran sungai itu adalah Sungai Batanghari dari wilayah hulu dan aliran sungai Batanghari dari wilayah hilir serta pertemuan antara air sungai dan laut.

Pemukiman di Desa Simpang harus segera mendapatkan penanganan serius terkait ancaman abrasi.

Pantauan Tribun di lapangan, desa yang kerap menjadi langganan pertama saat musim banjir tersebut, beberapa titik sudah terlihat adanya pergerakan tanah yang ambrol akibat tergerus derasnya aliran sungai.

Warga setempat, Andri mengatakan setiap tahun Kecamatan Berbak selalu menjadi kawasan langganan banjir. Terutama Desa Kelurahan Simpang yang menjadi wilayah sangat terdampak saat terjadinya banjir.

Karena menjadi tempat pertemuan air dari beberapa penjuru, menimbulkan aliran yang cukup deras dan melimpah ke pemukiman warga.

"Dampak dari derasnya aliran dari beberapa sungai tadi, salah satu ancaman terbesarnya adalah abrasi. Saat ini dapat dilihat dengan jelas beberapa retakan dan tanah yang amblas ke sungai," ujarnya.

Beberapa titik wilayah di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak terpantau longsor akibat abrasi. Potensi abrasi di wilayah tersebut cukup tinggi mengingat lokasi tersebut menjadi pertemuan tiga aliran sungai.

Camat Berbak M Yani, saat dikonfirmasi mengatakan, abrasi memang mulai mengancam warga.

"Sebenarnya abrasi tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu, kita bersama pemerintah setempat dan polsek sudah turun mengecek. Ada sekitar 20 meter tanah yang amblas (abrasi) dengan kedalaman 6-7 meter dan kita juga sudah laporkan ke PU kabupaten," ujarnya.

"Selain itu, saya juga sudah sampaikan hal ini ke Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kita berharap dapat segera mendapat penanganan," sambungnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved