Breaking News:

Jadi Pertemuan Tiga Muara Sungai, Warga Kelurahan Simpang Dihantui Abrasi Yang Terus Mengancam

pertemuan antara tiga hulu sungai, Desa Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, harus hadapi ancaman abrasi

tribunjambi/abdullah usman
Beberapa titik wilayah di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak terpantau longsor akibat abrasi. Potensi abrasi di wilayah tersebut cukup tinggi mengingat lokasi tersebut menjadi pertemuan Tiga aliran sungai. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Wilayah pertemuan antara tiga hulu sungai, Desa Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, harus hadapi ancaman abrasi yang terus menghantui warga. 

Pemukiman di Desa Simpang harus segera mendapatkan penanganan serius terkait ancaman abrasi. Sebab, menjadi titik pertemuan antara aliran sungai batanghari, dari wilayah huluan, dan aliran sungai batang hari hilir serta pertemuan antara air sungai dan laut.

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, desa yang kerap menjadi langganan pertama di Tanjabtim saat musim banjir tersebut, beberapa titik sudah terlihat adanya pergerakan tanah yang ambrol akibat tergerus derasnya aliran sungai.

FAKTA BARU Brigjend Prasetijo Pernah Kawal Buronan Djoko Tjandra Naik Jet Pribadi ke Pontianak

Catherine Wilson Menyesal Usai Ditetapkan Jadi Tersangka, Ngaku Tiga Bulan Sudah Konsumsi Sabu

Diprediksi Gibran-Teguh Bisa Menang Mudah: Bukan Untuk Kalah, Ini Soal Harga Diri Keluarga Presiden

4 Karyawan di Tanjab Barat Positif Covid-19, Dewan Minta Perusahaan Berhenti Beroperasi 14 Hari

Andri, satu warga mengatakan, setiap tahunnya Kecamatan berbak selalu menjadi kawasan langganan banjir. Terutama Desa Kelurahan Simpang yang menjadi wilayah sangat terdampak saat terjadinya banjir.

Pasalnya, wilayah tersebut terdapat tiga simpang pertemuan air dari beberapa penjuru, jadi, ketika air tersebut bertemu akan menimbulkan aliran yang cukup deras dan melimpah ke pemukiman warga. 

"Dampak dari derasnya aliran dari beberapa sungai tadi, salah satu ancaman terbesarnya adalah abrasi. Saat ini dapat dilihat dengan jelas beberapa retakan dan tanah yang amblas ke sungai," ujarnya.

Beberapa titik wilayah di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak terpantau longsor akibat abrasi. Potensi abrasi di wilayah tersebut cukup tinggi mengingat lokasi tersebut menjadi pertemuan tiga aliran sungai.
Beberapa titik wilayah di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak terpantau longsor akibat abrasi. Potensi abrasi di wilayah tersebut cukup tinggi mengingat lokasi tersebut menjadi pertemuan tiga aliran sungai. (tribunjambi/abdullah usman)

Camat Berbak M Yani, saat dikonfirmasi tribunjambi.com bilang, ia tidak memungkiri jika abrasi memang mulai mengancam warga. Tentunya selain dampak banjir memang lokasi tersebut merupakan lokasi pertemuan beberapa aliran sungai yang cukup berpotensi menimbulkan abrasi.

"Sebenarnya abrasi tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu, kita bersama pemerintah setempat dan polsek sudah turun mengecek. Ada sekitar 20 M tanah yang amblas (abrasi) dengan kedalaman 6-7 M dan kita juga sudah laporkan ke PU Kabupaten," ujarnya.

"Selain itu, saya juga sudah sampaikan hal ini ke Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kita berharap dapat segera mendapat penanganan," sambungnya.

Gibran Resmi Diusung PDI-P, Risma: Selamat Berjuang Untuk Mas Gibran

BERITA DUKA Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

BIN Langsung di Bawah Koordinasi Presiden, Menko Polhukam Ungkap Alasannya

Halaman
12
Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved