Breaking News:

Berita Muarojambi

Investasi Bodong Berkedok Koperasi, Diskoperindag Muarojambi Imbau Masyarakat Waspada

Dari 300 koperasi yang terdaftar di Diskoperindag Muarojambi, paling banyak bergerak di sektor perkebunan, kemudian disusul sektor produk olahan ekono

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Hasbi
Kepala Diskoperindag Muarojambi, M Nur Subianto 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hingga kini, Diskoperindag Muarojambi belum menemukan badan usaha berbasis koperasi yang melakukan investasi bodong di Kabupaten Muarojambi.

Dari 300 koperasi yang terdaftar di Diskoperindag Muarojambi, paling banyak bergerak di sektor perkebunan, kemudian disusul sektor produk olahan ekonomi kreatif.

Kepala Diskoperindag Muarojambi, Nur Subiantoro mengimbau masyarakat mewaspadai aksi-aksi berkedok koperasi biasanya nama koperasi hanya disematkan di depan untuk menarik minat masyarakat menyimpan uangnya di koperasi bodong.

Swab Mandiri PCR di BPOM Jambi Sudah Keluar, Tiga Sampel Hasilnya Negatif

Kabar Terbaru Jeremi Teti, Perjuangan Presenter Ini Bikin Lama Memghilang dari Layar Kaca

Masih Bertahan di Arab Saudi, Terungkap Alasan Rizieq Shihab Desak Presiden Jokowi Mundur

Ia juga mengatakan koperasi yang menawarkan investasi bodong mudah dikenali misalnya ia memberikan pinjaman di luar anggotanya padahal sudah tertulis jelas dalam PP Nomor 9 tahun 1995 bahwa koperasi dilarang memberikan pinjaman selain anggotanya.

"Koperasi bodong juga mengajak korbannya untuk menyimpan dananya dengan iming-iming keuntungan yang tinggi setiap bulannya, Hal ini yang membuat korban investasi bodong tak kunjung berhenti," jelasnya, Minggu (19/7/2020).

Nur juga mengatakan masih ada koperasi di Kabupaten Muarojambi yang tidak aktif sejak 3 tahun lalu untuk menghidupkan koperasi ini mereka akan dirapatkan lagi dengan semua pengurus koperasi yang ada di Kabupaten Muarojambi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved