Breaking News:

BUMD Dianggap Mati Suri, Syufrayogi: Menghabiskan Biaya Saja

Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tanjabbar dipertanyakan, bahkan dianggap mati suri.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Samsul Bahri
Syufrayogi Syaiful, anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tanjabbar dipertanyakan, bahkan dianggap mati suri. Ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful.

Yogi menilai kontribusi BUMD sejauh ini tidak tahu arah sistem kerjanya. Yogi pun menggangap kehadiran BUMD dianggap hanya menghabiskan biaya saja, sementara pemerintah daerah terus memberikan subsidi.

"Tiap tahun mungkin disubsidi sama pemerintah daerah, tapi kontribusinya sama sekali tidak ada. Mereka (BUMD) tidak inovatif dan kreatif serta tidak bisa membaca celah-celah pangsa pasar," katanya, Kamis (16/7).

Lebih lanjut disampaikannya bahwa BUMD hanya berfikiran untuk mengurusi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Raja. Sementara jika mereka melihat potensi yang ada di Kabupaten Tanjabbar, ada banyak peluang yang bisa dilakukan oleh BUMD.

"Mereka ini hanya bisa mengurusi bank Tanggo Rajo saja. Sebenarnya mereka bisa mengolah perkebunan baik itu pinang atau kelapa. Mereka juga bisa membaca sektor kelautan, bisa mengelola sumber kelautan kita. Seperti udang ketak dan kerang yang sampai saat ini sudah mulai punah," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved