Breaking News:

Alasan Beli Kuota Internet, Fadli Nekat Gadai Handphone Temannya untuk Beli Sabu di Pulau Pandan

Namun kuota internet korban sedang kosong, lantas Fadli langsung memanfaatkan situasi tersebut dan membawa HP korban dengan alasan untuk membeli...

Tribunjambi/Aryo Tondang
Fadli Trinata Putra, (22) warga Desa Tarikan RT 05, Kumpeh Ulu, Muarojambi, pelaku penggelapan HP diamankan Polsek Jambi Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tidak memiliki uang untuk beli sabu, Fadli Trinata Putra, (22) warga Desa Tarikan RT 05, Kumpeh Ulu, Muarojambi nekat gelapkan handphone milik temannya.

Untuk mengelabui temannya, Fadli berpura-pura meminjam HP temannya untuk bermain game.

Namun kuota internet korban sedang kosong, lantas Fadli langsung memanfaatkan situasi tersebut dan membawa HP korban dengan alasan untuk membeli kuota internet.

Harga Emas Batangan Antam Sabtu 18 Juli 2020 Naik 12.000 Per Gram, Cek Kondisinya

Siapa Sebenarnya Serrly Yusnita? Istri Teguh Prakosa yang Cantik selalu Tampil Menarik

Mengaku TNI agar Makan di Warung Tak Bayar, Ternyata Pria Ini Pencuri Sepeda Motor

Namun, setelah pergi untuk membeli kuota internet, Fadli tidak kunjung kembali, sehingga korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Jambi Timur, melalui kanit Reskrim Polsek Jambi Timur Iptu Hasmi menuturkan, pelaku beraksi pada (29/5/2020) lalu di kosan korban kawasan Rajawali, Jambi Timur.

“Handphone dibawa pelaku dengan alasan untuk beli kuota, namun pelaku tidak kembali ke kosan dan membawa kabur handphone korban,” kata Hasmi, Sabtu (18/7/2020) pagi.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Jambi Timur, langsung melakukan pengejaran terhadap Fadli, meski sempat kesulitan, Fadli akhirnya berhasil diringkus di rumah kosnya di kawasan Jambi Timur, sekira kurang lebih 2 pekan lalu.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam, Fadli akhirnya mengakui bahwa handphone korban yang dilarikan pelaku tersebut digadai ke kawasan Pulau Pandan untuk membeli sabu.

“Handphone saya gadai di Pulau Pandan seharga Rp 1 juta. Uangnya saya gunakan Rp 350 ribu untuk beli narkoba dan sisa Rp 650 ribu untuk kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 372 KHUPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved