16 Petugas Penyelengara Pemilu Reaktif Rapid Test, Al Haris: Saya Belum Dapat Laporan

Belasan petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Merangin reaktif rapid test. Namun data yang diterima tribunjambi.com jumlahnya ada puluhan.

ist
Bupati Merangin Al Haris. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Belasan petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Merangin reaktif rapid test.

Informasi yang didapat tribunjambi.com ada puluhan yang reaktif rapid test namun data yang diterima KPU baru 16 orang.

Menanggapi hal itu, ketua tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merangin Al Haris menyebut, jika sampai saat ini dirinya belum mendapatkan laporan terkait hal itu.

Dia menyebut jika telah mendapatkan informasi soal itu, namun dirinya belum mendapatkan data pasti dari tim gugus tugas yang lainnya yaitu rumah sakit Kolonel abundjani Bangko.

VIDEO 5 Gubernur Ini Jadi yang Terbaik Menangani Covid-19, Anies, Ganjar dan Khofifah Tak Masuk

Pemkab Sungai Penuh Siapkan Rp 22 Miliar untuk Tangani Covid-19, Realisasi Capai 76 Persen

"Saya sudah tanyakan kepada Pak Berman (Dirut RSUD Kolonel Abunjani Bangko,red), katanya proses rapid test belum selesai jadi belum bisa dirilis," kata Haris.

Menurut Haris, jika memang terdapat ada petugas Penyelengara Pemilu dari KPU ada yang positif rapid test, maka pihaknya akan menindaklanjuti hal itu.

Dirinya tidak ingin ada petugas yang terkena Covid-19 yang nantinya akan membahayakan masyarakat lainnya.

"Kan bahaya tuh bisa menyebar ke mana-mana tapi sampai saya hari ini saya belum mendapat laporan, nanti saya cek, nggak mungkin dong tidak lapor saya," ungkapnya.

Sementara itu, komisioner KPU Kabupaten Merangin Adam Kurniawan menyebut jika proses rapid test masih dilakukan. Dan sampai saat ini mereka memang baru menerima laporan 500 orang yang telah menjalani rapid test.

Dari 500 orang itu, terdapat 16 orang yang yang positif rapid test, sementara menurut data, ada 1500 lebih yang mengikuti rapid test tersebut.

Dia berharap agar petugas ataupun calon petugas yang positif rapid test tersebut untuk benar-benar mengisolasi mandiri di rumah jangan sampai tertular kepada yang lain dan tentunya membuat klaster baru. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved