Breaking News:

Berawal dari Keresahan Masyarakat, Pemuda Jambi Ini Bikin Aplikasi Payo Kepasar

Belum lama ini, pemuda 22 tahun itu tribunjambi.com temui di sebuah tempat di kawasan Mayang, Kecamatan Kotabaru, Jambi. Muhammad Khatami, CEO Payo Ke

ist
CEO Payo Kepasar Muhammad Khatami 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebagian masyarakat Kota Jambi sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Payo Kepasar. Aplikasi on demand yang membantu memudahkan pengguna untuk pemesanan barang ini ternyata asli buatan anak Jambi, lho! Tapi, tahukah Anda siapa orangnya?

Belum lama ini, pemuda 22 tahun itu tribunjambi.com temui di sebuah tempat di kawasan Mayang, Kecamatan Kotabaru, Jambi. Muhammad Khatami, CEO Payo Kepasar, blak-blakan menceritakan bagaimana dia akhirnya membuat aplikasi yang punya rating 4,4 di Play Store tersebut.

Dia bilang, niat membuat aplikasi itu sudah ada sejak lama. Berlatar pendidikan sistem informasi ITS, pria berkacamata ini mulai menggandeng tim untuk membuat aplikasi yang bisa dimanfaatkan banyak orang.

Keluar dari Sinetron Tukang Ojek Pengkolan, Andri Sulistiandri Kini Jadi Majikan, Ini Penampilannya

Universitas Jambi Dukung Inovasi Desa Melalui Kelompok Tani

Tak Banyak yang Tahu, Nagita Slavina Didapuk Jadi Model Christian Dior, Sebelumnya Louis Vuitton

"Kalau niatnya sih, sudah lama. Cuma, pas November tahun lalu, itu aku benaran stop project, buat fokus ke sini (Payo Kepasar). Aku ajak juga teman-teman aku, 'ayo dong, please bantuin gue'. Jadi, mereka yang juga pada sibuk, fokus bantuin aku buat aplikasi ini," kisah Khatami, belum lama ini.

Tim awalnya yang berjumlah 7 orang dari daerah berbeda, mulai merintis aplikasi itu, pelan-pelan namun serius. Di Jambi, Khatami sebagai CEO Payo Kepasar menggandeng Muhammad Rafiqi Liputo, teman yang dia temui waktu SMA di Jambi beberapa tahun lalu, sebagai wakilnya.

Pembuatan aplikasi ini bukan tanpa hambatan. Maret lalu, ketika pandemi Covid-19 merebak, mereka sempat gelagapan. Apa lagi ketika mendengar Jakarta akan segera lockdown, Khatami yang masih berada di Pulau Jawa, buru-buru pulang ke Jambi.

Singkat cerita, aplikasi itu akhirnya mulai diperkenalkan ke publik Jambi awal Mei 2020 lalu.

"Awal Mei, kita sudah berbentuk PT, kita launching, perkenalkan ke masyarakat," ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Di Jambi, saat ini Payo Kepasar dibantu tim yang jumlahnya sekitar 20-an orang. Mereka mengamban tugas masing-masing, mulai dari tim IT, tim yang bertugas belanja, hingga yang melakukan pengantaran.

Berawal dari Keresahan Masyarakat

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved