Virus Corona

Presiden Jokowi Memprediksi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Akan Terjadi pada Agustus-September

Presiden Jokowi Memprediksi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Akan Terjadi pada Agustus-September

Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo memprediksi puncak penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September 2020.

Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (13/7/2020).

HEBOH - Puluhan Wanita Hamil di Penjara Padahal tak Ada Pria di Dalamnya, Ini Fakta Sebenarnya!

Sikap Murung & Tak Nafsu Makan Ditunjukkan Yodi Prabowo Sebelum Editor Metro TV Itu Ditemukan Tewas

Indosat Ooredoo Perluas Jaringan 4G Plus Kuat di Lima Wilayah di Provinsi Jambi

5 Fakta Hana Hanifah yang Jarang Diketahui, Hobi Memasak hingga Miliki Bisnis Fashion

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Presiden.

Namun menurut Presiden, prediksi tersebut bisa berubah apabila tidak ada langkah antisipasi yang tepat dalam penanggulangan Covid-19. 

Oleh karena itu kata Presiden, ia terus mengingatkan ara Menteri untuk bekerja keras. 

"Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," katanya.

Ngobrol Santuy di Transmart Jambi Bahas Konten di Era New Normal

10 Remaja SAD Diberikan Edukasi Gizi dan Kesehatan oleh Tim STIKes Baiturrahim Jambi

Kebakaran di Merlung, Bedeng Tiga Pintu Hangus Terbakar

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan,  Jakarta, Senin, (13/7/2020). 

Ada yang berbeda dalam rapat terbatas kali ini, Presiden meminta jajaran kabinetnya tidak menyampaikan laporan hasil penanganan.

Melainkan, memberikan tanggapan atas lonjakan kasus yang terjadi.

"Tolong tidak usah memberikan laporan tapi apa yang saya sampaikan itu tolong diberikan tanggapan," kata Presiden.

Biasanya dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 setelah Presiden memberikan pengantar, para menteri menyampaikan laporan kerja yang telah dilakukan.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved