Breaking News:

Penetapan Lokasi Ruas Jalan Tol Jambi-Rengat Ditarget Selesai Oktober

Penetapan lokasi (Penlok) pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Jambi - Rengat oleh Pemprov Jambi ditargetkan selesai pada Oktober 2020 mendatang.

Tribunjambi/Zulkifli
Pj Sekda Provinsi Jambi, Sudriman. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penetapan lokasi (Penlok) pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Jambi - Rengat oleh Pemprov Jambi ditargetkan selesai pada Oktober 2020 mendatang.

Ini sesuai aturan bahwa Penlok harus selesai paling lama 3,5 bulan dari peyerahan dokumen perencanaan dan pengadaan lahan oleh Kementrian PUPR kepada Gubernur Jambi pada 18 Juni 2020.

"Total waktu kita dari regulasinya, Itu sekitar tiga bulan setengah. Tiga bulan setengah ini insyaallah sudah Penlok," kata Pj Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Senin (13/7/2020).

Pemprov Jambi sendiri sudah melakukan rapat tim pembebasan tanah untuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Trase Jambi-Rengat.

BREAKING NEWS Jumlah PDP Covid-19 di Tanjab Barat Bertambah Lagi 

Sekolah di Sarolangun Tunggu Zona Hijau

Gali Masalah di Akar Rumput, DPC PDIP Tanjabbar Rapat Konsolidasi Bentuk PAC dan Anak Ranting

Dijelaskan Sudirman, tim ini diketuai oleh Asisten 1 Setda Provinsi Jambi, A Pani Saharudin. Tim ini akan melanjutkan tahapan perencanaan pengadaan tanah yang sudah dimulai oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Tahap selanjutnya akan dilakukan sosialiasi dengan konsultasi publik, sosialisasi dimulai dengan Pemprov berkirim surat dengan Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Muara Jambi sebagai daerah yang dilintasi jalan tol ini,” sampainya.

Untuk mekanisme awal pendataan nantinya tim akan turun ke lapangan langsung untuk melihat tanah yang akan dibebaskan. “Tim akan turun ke lapangan mendata pemilik lahan, kemudian berapa luasannya, kemudian dilihat apa ada ada tanam tumbuh diatasnya, baru sebatas itu tim melihat nanti, tetapi kita belum bicara soal harga belum, karena itu wewnangngya appraisal,” katanya.

Yang jelas, setelah didata lahan atau tanah yang dilewati nanti akan diminta persetujuan masyarakat apakah menyetujui untuk di tetapkan sebagai jalan tol.

“Nanti tiga bulan ke depan pada Oktober akan sampai pada tahapan Penetapan Lokasi (Penlok), ini artinya masyarakat sudah setuju baru ditetapkan,” ujarnya.

Untuk lokasi pasti lintasan tol ini, Sudirman mengakui belum tahu persis. Yang diketahui pihaknya baru dua kabupaten yang dilintasi, kemudian ada berapa kecamatan. “Untuk jumlah desa cuma 15 desa lebih kurang yang akan dilintasi,” katanya.

Ditanya mengenai strategi pihaknya jika ada penolakan pembebasan tanah dari masyarakat, dia mengakui belum sejauh itu, meski pemerintah pusat mencatat pengadaan lahan merupakan kegiatan yang paling sulit dibandingkan konstruksi.

“Belum, belum sejauh itu, nanti kita lihat dulu di lapangan,” pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved