Breaking News:

Berita Muarojambi

Banyak Kekurangan Siswa, 29 Sekolah di Kabupaten Muarojambi Bakal Dimerger

Pasalnya dari hasil evaluasi masih banyak ditemukan sekolah yang hanya memiliki siswa kurang dari 60 orang.

Tribunjambi/Hasbi
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Muarojambi Jasman Gultom. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi kembali memastikan akan melakukan merger puluhan sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pasalnya dari hasil evaluasi masih banyak ditemukan sekolah yang hanya memiliki siswa kurang dari 60 orang.

Sebanyak 24 SDN dan 5 SMPN di Kabupaten Muarojambi masuk dalam radar merger lantaran jumlah siswanya yang terus berkurang dan di bawah 60 orang.

SMPN 1 Bungo Kekurangan Kuota Siswa dari Dua Jalur, Ini Kata Kepala Sekolah

Bacaan Selawat Tibbil Qulub Agar Dijauhkan dari Covid-19 dan Penyakit Berbahaya Lainnya

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Kerinci Baru 32 Persen

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Muarojambi Jasman Gultom mengatakan berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyebutkan jumlah peserta didik minimal 20 orang setiap kelas.

"Namun jika tidak terpenuhi maka harus dilakukan penggabungan selain tidak efisien dan ekonomis sekolah tersebut tidak akan mendapatkan lagi dana bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat," jelasnya, Senin (13/7/2020).

Ia juga mengatakan rencana penggabungan sekolah ini sudah cukup lama beberapa tahun ini Dinas Pendidikan telah melakukan survey dan upaya terhadap puluhan sekolah tersebut.

Untuk meningkatkan jumlah siswanya ternyata hasilnya penggabungan sekolah tetap dilaksanakan namun memergerkan sekolah harus ada usulan dari bupati ke kementrian pendidikan dan Prosesnya memakan waktu cukup lama.

Jasman Gultom juga menyampaikan kementerian pendidikan memberikan waktu paling lama sampai 2021 harus sudah selesai.

"Namun penggabungan sekolah juga harus mempertimbangkan sejumlah aspek dan kondisi geografis sekolah dengan pemukiman penduduk dikhawatirkan kalau digabungkan (regrouping) anak anak sekitar justru malah tidak sekolah karena jauh atau sebaliknya," tuturnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved