Breaking News:

Proyek Berbiaya Besar Ditunda, Wapres Proyeksi Indonesia Pulih 2022

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memproyeksikan ekonomi Indonesia baru akan benar-benar pulih dari dampak Covid-19 pada tahun 2022.

KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (26/12/2019) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memproyeksikan ekonomi Indonesia baru akan benar-benar pulih dari dampak Covid-19 pada tahun 2022.

"Saya berpendapat paling tidak dibutuhkan sampai 2022 untuk ekonomi dapat dikatakan pulih kembali," ujar Ma'ruf saat memberikan Kuliah Umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LX dan PPRA LXI Tahun 2020 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Kamis (9/7).

Menurut Ma'ruf memang ada beberapa teori yang memproyeksi bahwa ekonomi Indonesia sudah bisa pulih lebih cepat dari perkiraannya. Misalnya, ada yang mengatakan sudah pulih di kuartal IV-2020 dan kuartal I-2021 dan beragam teori lainnya.

"Agak sulit untuk memperkirakan secara pasti, tetapi yang pasti, yang kita hadapi sekarang adalah krisis pandemi Covid-19, semakin cepat kita menangani Covid-19, semakin cepat kita memulihkan ekonomi kita," tambahnya.

Ma'ruf bilang, pemerintah sudah menganggarkan dana yang besar untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, pemerintah melakukan refocusing terhadap hal-hal prioritas. Menurutnya, pemerintah fokus pada penanganan di bidang kesehatan, sosial, hingga pemulihan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah perlu merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dimana pemerintah perlu memprioritaskan kegiatan yang benar-benar produktif. Namun, hal-hal yang sempat ditunda pelaksanaannya di tahun 2020 dan 2021 akan kembali dilaksanakan, sehingga target yang dicanangkan di 2024, yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, dapat tercapai.

"Proyek-proyek yang membutuhkan biaya besar, barangkali untuk sekarang ini ditunda sampai 2022 atau 2023. Hanya ditunda, tidak dibatalkan, tentu karena ada perubahan, refocusing pada hal yang mendesak. Karena kita meyakini bahwa kita bisa melewati masa sulit selama 2020 sampai 2021, maka kita akan cepat tumbuh kembali, menurut keyakinan saya, dengan meningkatnya kemampuan kita di 2022 dan 2023, maka berbagai proyek yang sekarang kita tunda nanti dapat digulirkan kembali," terang Ma'ruf.

Ma'ruf juga mengatakan, bila ternyata kondisi ekonomi semakin memburuk, bila dibutuhkan, pemerintah masih dimungkinkan memperlebar defisit APBN.

"Masih ada ruang untuk memperbesar defisit karena risiko utang kita terhadap PDB belum mencapai titik yang membahayakan," kata Ma'ruf.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Wapres proyeksi ekonomi Indonesia pulih di 2022

Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved