Pengakuan Saksi Pembunuhan Babak Belur Setelah Diperiksa Polisi 3 Hari, Kapolsek Berkelit Tidak Tahu

Sarpan mengaku dianiaya polisi saat diperiksa terkait kasus pembunuhan. Kapolsek membantah telah terjadi penganiayaan yang dilakukan anggotanya.

Tribun Medan
Kolase foto Kapolsek Percut Seituan Kompol Otniel Siahaan dan saksi kasus pembunuhan Sarpan 

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Diperiksa polisi secara maraton selama tiga hari, Sarpan pulang dalam keadaan babak belur.

Sarpan mengaku dianiaya polisi saat diperiksa terkait kasus pembunuhan.

Kapolsek membantah telah terjadi penganiayaan yang dilakukan anggotanya.

Kasus tersebut kini ditangani Propam. Simak selengkapnya:

Kolase foto Kapolsek Percut Seituan Kompol Otniel Siahaan dan saksi kasus pembunuhan Sarpan
Kolase foto Kapolsek Percut Seituan Kompol Otniel Siahaan dan saksi kasus pembunuhan Sarpan (Tribun Medan)

1. Polisi dituding menyiksa saksi

Kasus tersebut terjadi di Polsek Percut Sei Tuan, Sumatera Utara.

Penyidik Sat Reskrim Polsek Percut Seituan dituding melakukan penyiksaan terhadap saksi kasus pembunuhan bernama Sarpan.

Setelah dibawa penyidik ke Polsek Percut Seituan, kondisi Sarpan mengenaskan.

Padahal saat dijemput polisi, Sarpan dalam keadaan baik-baik saja.

Tahun Ini Presiden-Pejabat Eselon II Tak Dapat THR Karena Covid-19, Belanja Pegawai Turun 3,3 Persen

Kapolda Jambi Panen Raya Padi Rawa di Desa Sri Agung, Ketahanan Pangan saat Covid-19

Kapolsek Percut Seituan Kompol Otniel Siahaan ketika dikonfirmasi Tribun Medan menyangkal anggotanya menyiksa Sarpan, walaupun faktanya Sarpan dalam kondisi babak belur.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved