Breaking News:

Pergerakan Rupiah

Permintaan Dolar Mulai Turun, Rupiah Kembali Berpotensi Menguat

Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7) seiring mulai membaiknya sentimen di pasar.

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Seorang karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, beberapa waktu lalu. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah di Rp14.532 per dollar Amerika Serikat (AS), Jumat (3/7). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7) seiring mulai membaiknya sentimen di pasar. Pada perdagangan Senin (6/7) rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,23% ke level Rp14.490 per dolar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, penguatan mata uang Garuda ini juga terjadi kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah di kurs JISDOR tercatat ditutup di level Rp14.547 atau menguat 0,13% dibanding akhir pekan kemarin.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kinerja buruk rupiah dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari tingginya permintaan dolar AS seiring musim pembayaran dividen.

"Pada perdagangan hari ini rupiah berhasil menguat tipis seiring dengan melemahnya dolar AS terhadap mata uang utama. Ini sekaligus mengindikasikan permintaan terhadap dolar AS mulai berkurang," kata Josua ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (6/7).

Lebih lanjut, Josua mengatakan dengan meredanya permintaan dolar AS, tekanan terhadap rupiah pun mulai berkurang. Namun, sentimen persebaran virus corona di AS masih membayangi dan sewaktu-waktu bisa mendorong sentimen risk-off di pasar.

Josua memperkirakan rupiah pada Selasa akan bergerak di antara level Rp14.450 - Rp14.550 per dolar AS.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Permintaan dolar mulai turun, rupiah berpotensi menguat pada perdagangan Selasa (7/7)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved