Breaking News:

unik

Es Warna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Menurut Ilmuwan Penyebabnya Suhu Terlalu Panas

Es berwarna pink yang ditemukan di gletser Presena itu kemungkinan disebabkan oleh tanaman sama yang ditemukan di Greenland.

National Geographic Indonesia
Peneliti Biagio Di Mauro mengambil sampel es berwarna pink di gletser Presena, Sabtu (4/7/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Isu perubahan iklim masih menghantui warga dunia. Banyak fenomena alam yang disebabkan oleh pemanasan global.

Para ilmuwan di Italia sedang menyelidiki kemunculan es berwarna pink di pegunungan Alpen yang disebabkan oleh alga akibat peningkatan perubahan iklim.

Terjadi perdebatan mengenai dari mana alga berasal, tapi Biagio Di Mauro, peneliti dari Italy’s National Research Council mengatakan es berwarna pink yang ditemukan di gletser Presena itu kemungkinan disebabkan oleh tanaman sama yang ditemukan di Greenland.

Tanaman yang juga dikenal dengan nama Ancylonema nordenskioeldii tersebut, eksis di area ‘Dark Zone’ Greenland, di mana es-es juga mengalami pencairan.

Pendaftaran STAN dan Penerimaan CPNS Kemenkeu Juga Ditunda, Dimoratorium Sampai 2024

Anggaran Jadi Alasan Pemerintah Tak Buka Penerimaan CPNS 2020 dan 2021, Akpol & Akmil Tetap Buka

“Pada dasarnya, alga tidak berbahaya. Ini merupakan fenomena alam yang terjadi selama periode musim semi dan musim panas di lintang tengah,” ungkap Di Mauro yang sebelumnya pernah mempelajari algae di gletser Morteratsch, Swiss.

Namun, normalnya, es merefleksikan kembali lebih dari 80% radiasi Matahari ke atmosfer. Ketika alga muncul, mereka menggelapkan es—membuatnya menyerap panas dan mencair lebih cepat.

Miguel Medina/AFP
 

Lebih banyak alga akan muncul ketika es meleleh dengan cepat. Ini memberi mereka air dan udara yang berguna dalam menambahkan rona merah pada es berwarna putih di gletser dengan ketinggian 2.618 meter.

“Semua yang menggelapkan salju akan membuatnya meleleh karena itu meningkatkan penyerapan radiasi,” kata Di Mauro.

Warga Resah Dua Beruang Muncul di Pekarangan Rumah, BBKSDA Langsung Pasang Perangkap

Ibu Muda di Madura Bunuh Diri Lantaran Malu Jadi Korban Pemerkosaan Tujuh Pemuda

Para turis di sekitar pegunungan Alpen pun merasakan dan menyesali dampah perubahan iklim yang sedang terjadi.

“Suhu yang terlalu panas adalam masalah utama. Kita tidak membutuhkan alga untuk membuatnya lebih buruk,” kata Marta Durante, salah satu turis di sana.

“Sayangnya, manusia juga sudah menciptakan kerusakan yang tidak dapat diubah. Saya pikir, kita sudah berada pada titik di mana tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di National Geographic Indonesia dengan judul Es di Pegunungan Alpen Berubah Menjadi Pink, Apa Bahayanya?

Editor: Jaka Hendra Baittri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved