Penampakan Tempat Hiburan Malam di Kota Bandung, Pengunjun Dilarang Kontak Fisik dengan Pemandu Lagu

Dalam peninjauan itu, Ema didampingi pemilik F3X Karaoke dan Klub, berkeliling melihat bagaimana kesiapan manajemen dalam menerapkan protokol kesehata

Istimewa/Repro David Yohanes
Foto Hanya Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski wabah virus corona belum sepenuhnya mampu diatasi, kini sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bandung berencana akan buka kembali.

Ketua harian tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna bersama Dinas Budaya dan Pariwisata (Dispadbur), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI, meninjau penerapan protokol kesehatan.

Tempatnya di F3X Karaoke dan Klub, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Dalam peninjauan itu, Ema didampingi pemilik F3X Karaoke dan Klub, berkeliling melihat bagaimana kesiapan manajemen dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hasilnya, Ema yang juga sekertaris daerah (Sekda) Kota Bandung itu menyatakan bahwa F3X Karaoke dan Klub belum memenuhi standar protokol kesehatan.

Tanggal 13 Juli PAUD, SD, SMP dan SMA Kembali Sekolah, Ini Syarat Sekolah Tatap Muka Sesuai Arahan

Viral Driver Ojol Ditendang hingga Tersungkur dari Motor,Rumah Pelaku Langsung Dikepung Ratusan Ojek

Contoh Soal Beserta Jawaban UTBK-SBMPTN 2020, Materi TPS Tentang Penalaran Umum

Meski Sudah Minta Maaf usai Joget Tik Tok di Jembatan Suramadu, 3 Mama di Surabaya Tetap Dihukum

"Secara umum karena Covid-19 ini sudah lama, jadi standar protapnya mereka sudah menyiapkan, cuma belum lengkap," ujar Ema, saat ditemui sesuai meninjau tempat hiburan, di Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Ema meminta kepada pemilik tempat hiburan itu untuk melengkapi sejumlah kekurangan seperti tombol lift yang harus touchless, sensor suhu tubuh, dan melakukan rapid test kepada setiap pengunjung yang datang sebelum masuk.

"Tapi ada beberapa catatan, nantinya kata mereka lift bakal touchless, tidak ada bersentuhan, kemudian hand sanitizernya pakai sensor, tidak ada sentuhan."

"Bahkan, pengunjung itu identitasnya harus diketahui, bila terjadi sesuatu seperti terpapar, kita mudah melacak, karena kejadian malam itu orang yang hadir bakal terlacak," katanya.

Selain masih banyak kekurangan, Ema pun mengkhawatirkan terjadi penularan akibat kerumunan yang terjadi saat di ruangan klub atau live music.

Halaman
123
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved