Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Kemenag Sungai Penuh Keluaran SE Mengenai Pemotongan Hewan Kurban

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Sungai Penuh Hendrizal mengungkapkan, dalam surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kemenag...

TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI
Ilustrasi hewan kurban. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sungai Penuh, mengeluarkan surat edaran terkait pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19

Surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan seluruh Penyuluh Agama Islam agar melakukan sosialisasi dan memberikan penyuluhan mengenai tata cara berurban dan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan syariat islam serta menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Sungai Penuh Hendrizal mengungkapkan, dalam surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kemenag Sungai Penuh tersebut, menekankan terhadap beberapa poin penting.

Pernah Alami Mimpi Naik Sepeda, Ada Artinya, Bisa Jadi Pertanda Baik Maupun Buruk, Ini Tafsirannya

Ada Versi Baru Virus Corona yang Ditemukan Ilmuwan, Bisa Menyebar Lebih Cepat Tapi Tidak Mematikan

Rocky Gerung Mau Jadi Menteri Jokowi Gantikan Menkumham Bila Ada Reshuffle, Asal Diberi Hak Ini!

Di antaranya dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus mengatur jarak fisik dengan membatasi jumlah panitia dalam pemotongan hewan kurban, setiap orang harus menggunakan alat pelindung diri minimal menggunakan masker sejak perjalanan dari atau ke rumah dan selama difasilitas pemotongan.

"Selain itu dilakukan screening atau melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu masuk tempat pemotongan hewan," jelasnya, Minggu (5/7/2020).

Hendrizal menambahkan, dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban panitia harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun cair atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70 persen di setiap akses masuk maupun tempat yang mudah dijangkau.

Serta melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan dengan memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis.

"Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam harus bersinergi atau berkoordinasi dengan kepala dinas yang membidangi fungsi kesehatan veteriner dan kesehatan hewan serta instansi terkait," tandasnya.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved