Berita Tanjab Timur
4 Kecamatan di Tanjab Timur Rawan Karhutla, BPBD Siapkan Langkah-langkah Antisipasi Dini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur, melakukan pemetaan beberapa Kecamatan rawan karhutla.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur, melakukan pemetaan beberapa kecamatan rawan karhutla.
Hal itu dikatakan Kepala BPBD Tanjab Timur, Jakfar.
"Dari hasil rapat bersama yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu, ada empat kecamatan yang rawan dan menjadi perhatian sejak dini terkait antisipasi karhutla," ujarnya.
Empat Kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Dendang, Sadu, Berbak dan Kecamatan Mendahara Ulu. Penentuan status tersebut dilihat dari tingkat kejadian hotspotnya terbilang tinggi.
Selain itu guna antisipasi sejak awal pula, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri dengan mencanangkan pembuatan kanal parit dan embung. Yang nantinya kanal kanal dan embung tadi menjadi pasokan air saat proses pemadaman.
"Karena permasalahan pemadaman tahun tahun sebelumnya, yaitu terkait pasokan air. Mudah mudahan dengan dibuatnya embung dan kanal tadi pasokan air bisa tersedia," ujarnya.
DOKUMEN - Anggota TNI melakukan pemadaman karhutla yang meluas ke Dusun Bahagia, Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Tanjab Timur. (Tribunjambi/Abdullah Usman)
Dalam kesiapan kesiapsiagaan penanganan karhutla, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak TNI, POLRI, BPBD, Perkebunan, Pol pp dan Damkar serta para Relawan. Dengan ketersediaan alat 17 unit.
"Di mana alat dan petugas tadi akan disebar di beberapa posko yang telah kita siapkan nanti," bebernya.
Terkait anggaran, memang saat ini anggaran khusus sudah tidak ada mudah mudahan Pemda memiliki solusi lain untuk anggaran karhutla tahun ini. Tidak dipungkiri semua anggaran banyak terkuras untuk penanganan covid - 19.
"Kemungkinan yang dapat kita lakukan melobi anggaran ke Pusat ataupun Ke BNPB. Karena untuk anggaran saat ini memang berat," pungkasnya.