Breaking News:

unik

Kibuli Jepang, Raja Yogyakarta Ini Selamatkan Rakyatnya dari Romusha melalui Pembuatan Selokan

Semua warga laki-laki Yogya yang sudah bisa bekerja diwajibkan ikut membangun irigasi secara gotong-royong.

Intisari Online
Selokan Mataram yang digunakan Raja Yogyakarta untuk mengelabui Romusha Jepang 

TRIBUNJAMBI.COM - Jepang menjajah Indonesia pada 1942 sampai 1945. Waktunya singkat tapi penderitaan rakyat Indonesia begitu luar biasa.

Jepang merampas apa saja yang dimiliki Indonesia.

Mulai dari hasil pertambangan, hasil pertanian, tenaga manusia, dan para perempuan Indonesia juga dirampas untuk dijadikan wanita penghibur (jugun ianfu).

Pengambilan paksa tenaga manusia berupa pekerja-pekerja yang orangnya diambil dari berbagai daerah yang dikenal sebagai Romusha bahkan menjadi momok paling mengerikan.

Kelamaan Libur Sekolah, Angka Kehamilan Remaja di Jepang Meroket

Inilah Arti 16 Sinyal Tangan saat Lakukan Touring Motor, Mulai Sinyal Jalan Rusak Sampai Follow Me

Para romusha dipaksa untuk membangun jembatan, jalan raya, rel kereta api, benteng pertahanan, dan lainnya.

Umumnya mereka diperlakukan sebagai tawanan perang dan banyak yang mati karena kelaparan.

Banyak romusha yang ketika dibawa keluar Jawa menggunakan kapal malah menjadi korban tenggelam di laut karena mendapat serangan udara dari pasukan Sekutu.

Namun di Kasultanan Yogyakarta warganya relatif aman dari program itu karena Raja Yogyakarta saat itu, Sri Sultan HB IX, berhasil mengibuli Jepang.

Viral di Yogyakarta, Penjual Gorengan Cantik Cah Ayu, Sosok Pekerja Keras, Lulusan Sarjana

Caranya, Sultan HB IX meminta agar Jepang membantu pembangunan program irigasi untuk mengalirkan air dari Sungai Progo ke daerah-daerah pelosok sehingga bisa ditanami padi.

Tapi karena untuk membangun saluran irigasi dibutuhkan banyak tenaga manusia, Sultan HB IX meminta agar warga Yogyakarta tidak diikutkan dalam program Romusha.

Pria Ini Alami Sesak Nafas, Pergi Kerumah Sakit Malah Ditolak, Takut Tertular, Akhirnya Meninggal

Halaman
12
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved