Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Kebocoran Pipa PDAM Sungai Penuh Capai 46 Persen, Pasokan Air ke Rumah Pelanggan Berkurang

Salah satunya akibat sebagian pipa PDAM Tirta Khayangan di Kota Sungai Penuh sudah keropos, karena kebanyakan pipa tahun 80-an yang masih digunakan.

Tribun Jambi
Ilustrasi kebocoran pipa PDAM 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Masih tinggi tingkat kebocoran pipa milik Parusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Khayangan Sungai Penuh, membuat distribusi Air masuk kerumah pelanggan kurang maksimal.

Salah satunya akibat sebagian pipa PDAM Tirta Khayangan di Kota Sungai Penuh sudah keropos, karena kebanyakan pipa tahun 80-an yang masih digunakan.

Direktur PDAM Tirta Khayangan, Hamdani ditemui diruang kerjanya, Rabu (1/7/2020) membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, kebocoran pipa di Sungai Penuh saat ini cukup tinggi sekitar 46 persen.

Tiga Pasien Positif Corona di Kota Jambi Dinyatakan Sembuh, Fasha: Besok akan Kita Pulangkan

BREAKING NEWS Polres Tanjabbar Ungkap Kasus Pemalsuan Uang

Bos Sabu-sabu Jambi Telepon Tanya Duit, Mahabi Kalap Perkosa Anak Teman Lalu Bunuh

"Ya, usia pipa sudah lama termakan usia, jadi sudah banyak yang retak, karena sudah karat, karena pipanya tahun 80-an," ujarnya.

Menurutnya beberapa titik sudah diganti pipanya saat PDAM Tirta Sakti Kerinci sebelum ada pemisahan dengan Kota Sungai Penuh.

"Pipa pernah dibantu, cuma diganti dengan pipa paralon yang kualitas bagus dari waktu tirta sakti dari dana DAK. Waktu masih gabung, cuma tidak semuanya," sebutnya.

Dia menyebutkan, saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk menggantikan Pipa yang mengalami kebocoran. Sebab anggaran yang bersumber dari APBD Kota Sungai Penuh kecil.

"Kita butuh bantuan dana APBD Provinsi dan APBN, untuk menggantikan Pipanya yang masih bocor itu. Sudah ada kita usulkan ke pusat, kita masih menunggu jawaban dan waktunya," jelasnya.

Akibat kebocoran yang tinggi di Sungai Penuh tersebut, berdampak terhadap pendistribusian air PDAM ke rumah pelanggan.

"Dampaknya debit air yang mengalir ke rumah pelanggan pun berkurang, sehingga kurang maksimal," tandasnya.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved