Breaking News:

unik

Indonesia Tanah Pertempuran, Puing Kapal Jerman Perang Dunia II Ditemukan di Laut Jawa

Indonesia adalah terra bellica (tanah pertempuran) karena kabarnya pertempuran akhir PD II itu di Balikpapan saat tentara-tentara Australia menyerang.

National Geographic Indonesia
Cawan yang berhasil ditemukan oleh tim arkeolog di repihan U-Boot di dasar Laut Jawa. Cawan berlabel simbol Nazi buatan Rieber Mitterteich 1941. 

Pada situasi kabin kapal yang gelap di dasar lautan.

Banyak sisa-sisa tulang belulang dari kru kapal beserta artefak lainya. 

"Kita juga analisis sisa-sisa tulang manusia yang tidak kita bawa ke daratan. terbukti itu adalah ras kaukasian dan Jermanik. Penemuan ini kapal U-Boot Jerman yang dikendalikan oleh orang Jerman sendiri. Karena banyak juga kapal U-Boot yang dihibahkan ke tentara jepang," tambahnya. 

Kondis U-Boot yang ditemukan tinggal setengah. Bagian buritanya hilang. Setelah di analisis, kapal itu ditembus oleh torpedo dan meledak di dalam. Sehingga bagian buritan yang memiliki propeler itu masih jalan. Dua bagian ini terpisah dan buritan bisa tenggelam di lautan yang lebih dalam.

Adhit mengatakan bahwa saat kapal ini tenggelam, mereka baerada di posisi battle station, hal itu terlihat dari penemuan aju pelampung yang menempel di sela-sela tulang. 

U-Boot bertipe IXC/40 ini cuup unik karena tenggelam di perarian cukup dangkal di 18-24 meter. Namu para arkeolog masih sulit mengidentifikasi apakah temuan itu adalah U-168 atau U-183.

Mengungkap misteri bagaimana U-Boot bisa sampai ke Indonesia, Adhit menjelaskan bahwa pada PD II terdapat Monsun Gruppe. Sebuah resimen gabungan antara Jepang dan Jerman. Skuadron ini adalah jawaban atas Jerman yang membutuhkan bahan dasar.

"Jepang membutuhkan perairan kita karena minyak. Mereka ingin memutus jalur logistik sekutu dari Asia-Eropa, ini adalah operasi gabungan di Samudra Hindia, Jepang dan Jerman di wilayah yang sama," tutupnya. 

Pada kesimpulan seminar, Adhit menyampaikan bahwa kapal U-Boot ini adalah penemuan arkeologi pertama dan satu satunya di perairan Asia. Ini merupakan bukti dan bab baru dalam sejarah nasional dan asia menurutnya.

Mahandis Yoanata Thamrin menutup diskusi dengan mengutip perkataan UNESCO. "Lautan adalah museum terbesar yang kita miliki."

Artikel ini telah tayang di National Geographic dengan judul Singkap Misteri Laut Jawa, Kisah Kapal Sekutu Sampai U-Boot Jerman

Editor: Jaka Hendra Baittri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved