Usut Pembangunan Pamsimas, Mantan Kades Teluk Kulbi Dipanggil Penyidik Kejari Tanjabbar

Mantan Kepala Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Widodo dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Tanjabbar

tribunjambi/samsul bahri
Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Teluk Kulbi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Mantan Kepala Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Widodo dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) beberapa waktu lalu.

Pemanggilan terhadap Widodo berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Teluk Kulbi.

Pemanggilan tersebut dibenarkan Kasi Intel Kejari Tanjabbar, Arnold Saputra saat di konfirmasi.

Ia menyebutkan, pemanggilan terhadap Widodo oleh kejaksaan sebagai upaya tindak lanjut terkait dengan data pembangunan pamsimas.

Muncul ke Publik, Putri Cantik John Kei Kaget Apa Yang Sudah Dilakukan Papanya

Pasien Covid-19 di Sarolangun Tak Dianjurkan Minum Ramuan Daun Sungkai, Ditemukan Ada Efek Samping

Korban Salah Tangkap Anggota Polres Merangin Masih Kesakitan, Padahal Sudah Dibawa Berobat ke Jambi

"Kita memang ada lakukan pemanggilan di hari Senin (22/6), kita masih minta datanya dulu ya, berkaitan dengan pamsimas itu lah," sebutnya.

Katanya,  pihaknya belum sampai pada pemeriksaan untuk meminta keterangan atau klarifikasi. Saat ini  pihaknya masih melengkapi data-data, karena yang ada saat ini masih kurang.

"Masih sebatas untuk melengkapi berkas. Jadi masih puldata, setelah lengkap berkas-berkas pihak yang terlibat dalam pamsimas ini baru kita lanjutkan pemeriksaan," ia menjelaskan.

Untuk diketahui, bahwa laporan masyarakat terkait dugaan korupsi dalam pembangunan Pamsimas ini sudah masuk ke Kejari Tanjabbar sejak Oktober 2019 lalu. Hingga saat ini pihak Kejaksaan masih melengkapi berkas laporan dari pihak-pihak terkait.

Tidak hanya dugaan korupsi, beberapa dugaan lain juga muncul dalam persoalan Pamsimas di Teluk Kulbi ini. Berdasarkan laporan, masyarakat menduga ada dugaan atas monopoli dan memanipulasi data yang melibatkan Ketua KKM, Yuswaji pada pembangunan pamsimas III teluk kulbi tahun 2017.

Pusat Buat Program Aspal Campur Karet, Zulkarnaen: Muarojambi Siap, Tapi Sejauh Ini Tidak Ada Kabar

Pasien Positif Covid-19 di Sarolangun Ada Yang Stres, Dirawat Hampir Dua Bulan Belum Sembuh Juga

Deretan Rumah Mewah Milik Selebriti Dunia yang Terbengkalai setelah Ditinggal Penghuninya

"Terjadi penyimpangan itu, KKM itu dibentuk tanpa di ketahui oleh Kepala Desa, Tanpa diketahui BPD. Tapi ketua KKM punya surat TTD adanya rapat dengan masyarakat. Aneh bukan?. Nama sekdes di catut dan ada TTD nya di surat rapat, itu pun juga dibantah oleh Sekdes," ujar Andi sebagai pelapor memberikan penjelasan beberapa waktu lalu.

"Bahkan di buku agenda Desa juga tidak ada penyelenggaraan rapat pembentukan KKM. Ini jelas pembentukan KKM di manipulasi," ujarnya.

Penulis: samsul
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved