Realisasi Inseminasi Buatan di Kabupaten Muarojambi Berhasil Lebihi Target

Program sikomandan merupakan program dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan populasi sapi untuk swasembada daging.

tribunjambi/hasbi sabirin
Ternak sapi milik warga di Muarojambi mencari makanan. Sementara, inseminasi buatan di Muarojambi dinilai berhasil, karena melampaui target 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Program sikomandan merupakan program dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan populasi sapi untuk swasembada daging.

Guna mewujudkan program sapi atau kerbau komoditas andalan negeri atau sikomandan dari Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muarojambi segera melakukan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui gerakan inseminasi buatan (IB) yang intensif.

Hal itu dikatakan Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muarojambi, Teguh Sardianto.
"Gerakan inseminasi peningkatan populasi sapi dan kerbau ditargetkan tahun 2020 ini sebanyak 1.400 ekor sapi dan kerbau," ujarnya, Minggu (28/6)

Teguh menjelaskan, pihaknya telah mencatat prestasi di sektor peternakan khususnya inseminasi buatan. Dalam pelaksanaan inseminasi buatan atau kawin suntik di Kabupaten Muarojambi sepanjang 2019 lalu, berhasil melebihi target yang ditetapkan.

"Target itu mencapai 1.450 ekor sapi dan kerbau atau 107 persen realisasinya, sementara target yang ditetapkan yaitu 1.350 ekor," katanya.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Muarojambi sangat optimis pada 2020 ini kembali over target dalam program Inseminasi Buatan (BI) terhadap pengembangan populasi kerbau dan sapi.

Bahkan hingga Mei 2020 sudah tercatat 636 ekor yang telah menjalani program IB, sedangkan pedet (Red-sebutan anak sapi yang lahir kurang dari delapan bulan) sudah tercatat sebanyak 148 ekor.

Teguh mengatakan keberhasilan pelaksanaan insenminasi buatan telah dilakukan secara terintegrasi.

"Kegiatan ini melalui penyuluh perbaikan pakan pelayanan kesehatan serta perbaikan mutu bibit distribusi semen beku," jelasnya Minggu (28/6).

Ia juga mengatakan pengendalian pemotongan karbau dan sapi betina yang masih produktif. Petugas juga aktif memberikan penyuluhan kepada peternak agar tidak dilakukan, termasuk bagaimana cara mengamati sapi yang birahi sehingga (IB) berhasil dijalankan.

"Itu sebabnya target yang ditetapkan secara nasional bisa terealisasi bahkan over target pada tahun lalu," jelasnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved