Pemkab Gelontorkan Dana Sebesar Rp 1,7 Miliar Untuk Perbaiki Jalan di Kelurahan Muara Sabak Ulu

kibat kondisi jalan rusak parah, akhirnya jalan di Kelurahan Muara Sabak Ulu mendapatkan pembangunan rigid beton 150 M.

tribunjambi/abdullah usman
Beberapa alat berat tengah bersiap melakukan pembangunan jalan rigid beton di Kelurahan Sabak Ulu, dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Rp 1,7 M. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Selalu mendapat keluhan dari masyarakat akibat kondisi jalan rusak parah, akhirnya jalan di Kelurahan Muara Sabak Ulu mendapatkan pembangunan rigid beton 150 M.

Bilang musim hujan, ruas jalan yang berada di Kelurahan Muara Sabak Ulu Kecamatan Muara Sabak Timur Tanjabtim, di beberapa titik mengalami kerusakan cukup parah.

Kondisi tersebut sudah menjadi keresahan tersendiri bagi warga sekitar, mengingat jalan tersebut merupakan jalan satu satunya bagi para petani atau pekebun sawit untuk membawa hasil panen keluar Tanjabtim.

Imbas Pandemi Covid-19, di Tanjung Jabung Timur Selama 3 Bulan Tidak Akan Ada Penarikan Pajak Usaha

ASN Jambi Harap Bersabar Ya, Pemprov Jambi Belum Dapat Aba-aba Soal Pembayaran Gaji ke-13

UPDATE Pasien Sembuh Dari Covid-19 Hari Ini Cetak Rekor Baru, Penambahan Mencapai 1.027 Orang

Darohim, Lurah Muara Sabak Ulu, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menuturkan, terkait kondisi jalan lintas di Kelurahan Muara Sabak Ulu ini memang akan dilakukan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Tanjabtim melalui Dinas PUPR.

"Alhamdulillah jalan kita sudah mulai diperbaiki, kabar baiknya lagi ada sekitar 150 M yang akan di bangun," ujar lurah.

Menurutnya,  sesuai informasi dan hasil rapat bersama lalu baik bersama pihak Kecamatan maupun dinas terkait, untuk jalan sendiri akan di bangun menggunakan sistem rigid beton (Cor). 

Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tanjabtim melalui Pejabat Pembuat Komitmen Susiana dikonfirmasi tribunjambi.com menjelaskan,  pembangunan jalan di Kelurahan Muara Sabak Ulu tersebut memang benar adanya dan sudah menjadi skala preoritas sebelumnya.

"Ia, tahun ini kita bangun jalan tersebut dengan menggunakan anggaran APBD. Sekarang kita sudah mulai pengerjaannya," ujarnya.

Untuk panjang pembangunan sendiri sepanjang 150 M, dengan menggunakan rigid beton dan dengan lebar tujuh meter. Di mana, 150 meter tersebut untuk penanganan di satu titik saja.

"Sedangkan untuk dua titik lainnya, mungkin akan dilakukan penanganan kelas B pengerasan. Tapi itu nantilah," tuturnya

Terungkap! Ada Sebanyak 397 Komisaris BUMN Rangkap Jabatan, Paling Banyak dari Instansi Ini

Pantas Banyak Tentara India Tewas, Ternyata China Kirim Petarung ke Perbatasan Sebelum Bentrokan

UPDATE Kasus Positif Covid-19 Minggu 28 Juni 2020 Sudah Menyentuh Angka 54.010 Orang

"Untuk anggaran pembangunan oprit timur 150 Meter tadi menggunakan anggaran APBD Kabupaten Rp 1,7 M," tambahnya.

Terkait kondisi status jalan yang sebelumnya menjadi polemik karena tidak ada status (non status). Sehingga menjadi perdebatan antara PU Prov dan Kabupaten. "Terkait status sudah ada, jalan tersebut masuk dalam SK Kabupaten," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved