Breaking News:

Berita Internasional

Negara-negara Asia Tenggara Berang! Pemimpin Negara ASEAN Melawan Kesewenang-wenangan China di LCS

Negara-negara Asia Tenggara Berang! Pemimpin Negara ASEAN Melawan Kesewenang-wenangan China di LCS

AFP
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tidak tinggal diam, akhirnya Pemimpin Negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) akhirnya menyatakan akan melawan kesewenang-wenangan China di Laut China Selatan.

Pernyataan tegas Pemimpian ASEAN ini menyikapi aksi China yang mengklaim sebagai penguasa perairan dan pulau-pulau di Laut China Selatan berdasarkan klaim sejarah.

Pemimpin ASEAN menyatakan perjanjian laut PBB tahun 1982, United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) sebagai dasar hukum untuk mengklaim perairan dan pulau di Laut China Selatan.

Polda Jambi Terus Lakukan Pengawasan dan Penegakan Displin Protokol Kesehatan di Era New Normal

Jadwal dan Prediksi Laga Newcastle vs Man City di Piala FA Cup Malam Ini, Live di RCTI

3 Daerah di Lampung Terancam Batal Gelar Pilkada Serentak 2020, Ini Penyebabnya

Peta Laut China Selatan
Peta Laut China Selatan (Google Maps)

Pada KTT Tahunan pemimpin ASEAN melalui video pada Jumat (26/6/2020), menjadikan pandemi virus coronavirus dan perselisihan wilayah yang berkecamuk lama sebagai agenda utama.

"Kami menegaskan kembali bahwa UNCLOS 1982 adalah dasar untuk menentukan hak maritim, hak berdaulat, yurisdiksi dan kepentingan yang sah atas zona maritim," kata pernyataan ASEAN seperti dilansir south china morning post.

UNCLOS atau Konvensi PBB tentang Hukum Laut, mendefinisikan hak-hak negara untuk lautan dunia dan membatasi garis perairan yang disebut zona ekonomi eksklusif di mana negara-negara pantai diberi hak untuk secara eksklusif menyadap perikanan dan sumber daya bahan bakar.

UNCLOS adalah hasil dari Konferensi-konferensi PBB mengenai hukum laut yang berlangsung sejak 1973 sampai 1982. Hingga kini, tak kurang dari 158 negara yang telah menyatakan bergabung dengan Konvensi, termasuk Uni Eropa.

Pemimpin ASEAN mengatakan, "UNCLOS menetapkan kerangka hukum di mana semua kegiatan di lautan dan laut harus dilakukan."

China belum mengomentari pernyataan ASEAN ini.

Tak Bisa Mengontrol Ekspresinya Saat Keciduk di Dalam Mobil, Cut Syifa Kedapatan Lakukan Hal Ini

Tak Disangka, Begini Reaksi Calon Pengantin Pria Saat Tahu Mempelai Wanita Hamil Jelang Nikah

Ada yang Turun Rp250 Ribu, Daftar Harga Hp Xiaomi Terbaru: Redmi Note 8 Cuma Rp2 Jutaan, Redmi 9?

Tiga diplomat Asia Tenggara mengatakan pernyataan pemimpin ASEAN ini menandai penguatan signifikan dari pernyataan blok regional tentang supremasi hukum di Laut China Selatan yang menjadi pemicu konflik utama di Asia Tenggara.

Halaman
1234
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved