Bantuan Benih Diberikan Bergilir, Alokasi Anggaran Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Minim

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Muarojambi M Havis menanggapi penyampaian Anggota DPRD Muarojambi

Tribun Jambi/Hasbi Sabirin
Ulil Amri, Fraksi PAN DPRD Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Muarojambi M Havis menanggapi penyampaian Anggota DPRD Muarojambi dari Fraksi PAN Ulil Amri terhadap LKPJ Bupati Muarojambi tahun anggaran 2019 dalam rapat paripurn dewan pekan lalu.

Saat itu Ulil Amri meminta agar Pemerintah Kabupaten Muarojambi bisa mengangarkan alokasi dana untuk Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura diprioritaskan.

Diakui Havis, dinas yang dipimpinnya memang mendapat alokasi anggaran yang sedikit, untuk memenuhi kebutuhan para petani jauh dari kata cukup.

Havis mencontohkan pada tahun ini Dinas Tananaman Pagan dan Holtikultura mendapat anggaran pembelian benih padi sebanyak 40 ton, sementara luas lahan tanaman padi sawah Muarojambi lebih dari 9 ribu hektare, tentu ini tidak sebanding.

"Untuk satu hektare lahan sawah itu membutuhkan 25 kilogram benih padi, sementara kemampuan anggaran kita hanya segitu, jadi bagaimana bisa tercukupi kebutuhan benih bagi petani," jelasnya Minggu (28/6).

Untuk menyiasati menutupi kekurangan benih tersebut mereka terapkan bantuan benih padi dibagi sistem giliran, kelompok tani yang sudah dapat bantuan tahun ini digantikan lagi dengan kelompok yang belum dapat.

"Saat ini masyarakat Muarojambi sudah memasuki musim tanam, benih padi yang ada sudah kita salurkan dan Alhamdulillah benih itu sudah habis ditanami oleh petani," tuturnya.

Tambah Anggaran 3 Dinas

BERKAITAN dengan penetapan alokasi dan penjabaran anggaran tahun 2019 masih banyak terdapat alokasi anggaran yang belum sesuai dengan prioritas dan sasaran.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Muarojambi Fraksi PAN Ulil Amri saat menyampaikan Rekomendasi terhadap LKPJ Bupati tahun Anggaran 2019 pekan lalu.

Terdapat instansi layanan yang terkait langsung dengan masyarakat malah tidak mendapat alokasi anggaran yang lebih besar, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perikanan, dan Dinas Perkebunan dan Peternakan.

"Padahal Dinas ini merupakan lahan usaha mayoritas masyarakat Muarojambi, dan sektor ini mampu menyumbangkan PDRB sebesar 42,51 persen tertinggi setelah PDRB Migas," jelasnya Minggu (28/6).

Ia juga menyampaikan agar pihak Pemerintah Kabupaten Muarojambi untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan penganggaran, terutama pengalokasian anggaran harus memprioritaskan ke program yang menyentuh masyarakat.

"Tidak hanya program yang memiliki dampak langsung dengan masyarakat akan tetapi lebih bedampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pelayanan pasar, pelayanan publik dan mampu meningkatkan kinerja (OPD) ," sebut Ulil Amri.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved