Wisata Kampoeng Radja Belum Siap Buka, Pemkot Jambi Terapkan Relaksasi Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemerintah Kota Jambi memberikan relaksasi ekonomi untuk para pengusaha dan pemilik wisata agar bisa dibuka kembali.

Tribunjambi/Ade Setyawati
Lokasi wisata Kampoeng Radja. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Pemerintah Kota Jambi memberikan relaksasi ekonomi untuk para pengusaha dan pemilik wisata agar bisa dibuka kembali. Setelah kurang lebih empat bulan kegiatan pariwisata di Kota Jambi ditutup akibat pandemi covid-19.

Meski demikian Pemerintah Kota Jambi mewajibkan para pengusaha dan pemilik wisata Kota Jambi untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya, dengan menyiapkan tempat cuci tangan, tanda pembatas di tempat duduk, dan lantai, pengunjung dan karyawan menggunakan masker, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh.

Bagi tempat usaha atau tempat wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan maka akan didenda Rp 5 juta bahkan sampai penutupan tempat usaha atau tempat wisata.

BREAKING NEWS Anak 6 Tahun di Batanghari Postif Corona, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang

Kaya Rasa Rempah, Yuk Cicipi Nasi Biryani Andalan Kajol Resto, yang Punya Keturunan India

Manager marketing wisata Kampoeng Radja Kota Jambi, Fella mengaku belum mengajukan surat permohonan pada Pemkot Jambi untuk membuka kembali tempat wisata Kampung Rajo.

"Karena kan kalau kita masukkan surat itu waktunya hanya 3 hari, karena Pak Walikota sendiri berjanji, kalau kita udah siap silakan masukkan suratnya dalam waktu 3 hari akan dikeluarkan surat izin," jelas Fella.

Dirinya juga menerangkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan program-program saat wisata Kampoeng Radja Kota Jambi kembali dibuka, serta untuk persiapan protokol kesehatannya.

"Kalau untuk dibukanya sih belum pasti kita masih nunggu keputusan Direktur, cuma kalau untuk rencana ke depan kita sedang menyusun program," kata dia.

Sementara pihak Kampoeng Radja sendiri kata Fella, bukan terkendala dari surat izinnya namun, dari persiapan pihak Kampoeng Radja sendiri diantaranya operasional protokol kesehatan dan lain sebagainya.

"Kalau dalam waktu dekat sepertinya belum, karena kan kita melihat dari kondisi ini, kan pertama anak sekolah kan juga masih libur, dan juga kalau Taman Wisata, cenderung pasarannya anak sekolah dan mahasiswa," ujarnya.

"Jadi sementara kita belum ada rencana buka, kalaupun buka kita lihat bulan Agustus sepertinya," sambungnya.

Ia mengakui bahwa Wisata Kampoeng Radja Kota Jambi sudah ditutup sejak minggu ketiga bulan Maret, dan hingga saat ini omset dari Kampoeng Radja turun drastis.

Tiga Pasien Positif Corona Asal Sungai Penuh Sembuh, Total 69 Orang di Jambi Sembuh dari Covid-19

Jago Masakan India, Kajol Resto Tawarkan Tiga Varian Kari, Seperti Apa Rasanya?

"Sudah 4 bulan kita tutup dan sudah pasti turun omsetnya," tuturnya.

Selain itu untuk pemeliharaan tempat wisata tersebut, dirinya mengakui bahwa Wisata Kampoeng Radja untuk permainannya sendiri belum ada dilakukan perawatan, namun untuk perawatan lingkungan tetap dilakukan.

"Kalau untuk pembersihan lingkungan tetap dilakukan tapi, kalau untuk pemeliharaan mesin-mesin alat permainan itu sementara ini belum dilakukan," pungkasnya.(Miftahul Jannah)

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved