Pemadaman Listrik
Padam karena Benang Layangan, Warga Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik
Aliran listrik yang sering padam, menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Aliran listrik yang sering padam, menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Banyaknya keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman arus listrik oleh pihak PLN dikemukan setiap waktu. Bahkan tidak hanya dari satu kecamatan saja keluhan tersebut.
Namun, pihak PT PLN Rayon Muara Sabak mengatakan, pemadaman sesuai jadwal dan terencana.
Pihak PLN Rayon Muara Sabak, mengaku jika pemadaman listrik yang terjadi tersebut sudah terencana, guna untuk melakukan pemeliharaan dan pembersihan jalur kabel dari gangguan.
"Selain faktor tadi, ada pula penyebab lain yang mengakibatkan listrik padam diantaranya akibat layang-layang dan gangguan hewan," ujar Manager PLN Rayon Muara Sabak, Helmi
Menurutnya, seperti yang terjadi pada Mei lalu, setidaknya ada 21 kasus pemadaman listrik. Terutama bagi masyarakat yang berada di jalur Talang Babat.
"Jika dipresentasikan pemadaman listrik akibat benang layang-layang jumlahnya ada empat kasus. Kebanyakan terjadi di Kecamatan Dendang," katanya.
Sisanya terjadi pemadaman satu kali akibat adanya tranformast putus sebanyak dua Kali. Lagi-lagi penyebabnya akibat pohon tumbang ada pula akibat binatang.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta masyarakat memaklumi jika terjadi pemadaman. Mengingat, pemadaman tersebut merupakan langkah perbaikan dan kelancaran aliran PLN tadi, sehingga tidak menyebabkan korsleting fatal.
Terkait kondisi tiang listrik yang sudah termakan usia termasuk tiang listrik kayu terutama di Kecamatan Mendahara, pihaknya mengaku sudah menerima laporan warga dan telah ditindaklanjuti.
"Hanya saja saat ini material guna perbaikan masih terhambat dari atas. Mengingat saat ini masih di masa pandemi, mudah-mudahan jika wabah ini cepat berlalu kita akan segera eksekusi di lapangan," pungkasnya.