Harga Bawang Putih di Pasar Sungai Penuh Turun Drastis, Harga Cabai Justru Mengalami Kenaikan

Pascahari Raya Idul Fitri 1441 H dan masih pandemi Covid-19, harga sejumlah komoditi di Pasar tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh bervariasi

Harga Bawang Putih di Pasar Sungai Penuh Turun Drastis, Harga Cabai Justru Mengalami Kenaikan
tribunjambi/heru pitra
Salah seorang pedagang sembako dan bumbu dapur di pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pascahari Raya Idul Fitri 1441 H dan masih pandemi Covid-19, harga sejumlah komoditi di Pasar tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh cukup bervariasi. Sebagian komoditi mengalami kenaikan dan ada juga yang mengalami penurunan.

Seperti harga bawang merah yang sempat naik tajam, saat ini sudah kembali normal. Sebaliknya untuk harga bawang putih justru mengalami penurunan drastis.

Demikian juga dengan harga cabai merah yang sejak sebulan lalu anjlok dan saat ini mulai merangkak naik, namun masih relatif murah.

Bendera Bintang Kejora Berkibar, Yenny Wahid Anggap Itu Bukan Tindakan Makar

Tidak Ada Kasus Covid-19, Ini Tiga Kabupaten di Provinsi Jambi Ditetapkan Jadi Zona Hijau

Daftar Terbaru, 7 Kabupaten Kota di Jambi Berstatus Daerah Dengan Risiko Rendah Penularan Covid-19

Seorang pedagang sembako dan bumbu dapur di pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Edwar mengatakan, harga bawang merah jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri lalu sempat mencapai Rp 50 ribu per kilogram, dan saat ini hanya berkisar Rp 25 ribu per kilogram.

“Sebaliknya untuk harga bawang putih yang sebelumnya modal yang harus kami keluarkan Rp 20 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 12 ribu per kilogram,” katanya.

Edwar menambahkan, selain harga bawang merah dan bawang putih yang mengalami penurunan, harga cabai merah justru mengalami kenaikan, meskipun masih relatif murah. Di mana, harga cabai yang sebelumnya sempat berada di harga Rp 10 ribu per kilogram, saat ini berada pada harga Rp 16 ribu per kilogram.

“Stok bawang merah dengan cabai yang kami jual ini merupakan produk lokal, yang kami ambil dari gudang dan merupakan hasil pertanian masyarakat di wilayah Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci pada umumnya,” ujarnya.

Penulis: heru
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved